Satu Ladang Pahala Yang Hilang

3 min read

Hiduplah seorang laki-laki yang lanjut usia. Yang mana orang tersebut  mempunyai tubuh yang sangat kecil, dan kumis yang panjang.

Sebagaimana menjadi ciri has orang madura pada umumnya.

orang tersebut mempunyai rumah yang begitu sederhana, letaknya tak begitu jauh dari pinggir laut. Karna dia sangat dekat dengam laut, maka situasi itu di manfaatkan olehnya.

Dia mempunyai lima seorang anak, empat laki-laki, dan satu perempuan. Akan tetapi anak yang paling tua sudah meninggalkan keluarga besar bapak tersebut, lebih dulu di panggil oleh Allah.

semoga keluarga besar bapak ini, selalu di berikan kesabaran di dalam menghadapi cobaan yang menimpa padanya. Dan orang yang meninggal semoga di berikan tempat yang layak untuknya.

Dia mempunyai runitinitas setiap harinya yang tidak bisa di tinggalkan, Supaya teman-teman gak begitu penarasan siapa orang tersebut.

Inyaallah saya bahas semua tentang ke pribadiannya di bawah ini.

Merantau

sumber-unsplash.com

Dulu dia pernah merantau ke luar negeri yaitu Malaysia. Atau lebih di kenal lagi Dengan sebutan negeri jiran. Berada di sana selama tujuh tahun lamanya.

Tidak ada lain tujuannya supaya bisa menafkahi keluarganya.

Padahal usianya sudah begitu tua, seakan-akan tidak pantas untuk merantau jauh-jauh. Namun beliau tetap semangat di dalam bekerja, agar bisa mewujudkan permintaan anak-anaknya.

Namanya adalah Bapak Sadali bin Taib, seorang laki-laki yang tidak pernah berputus asa. Di dalam menjalanin kehidupannya, bahkan dia selalu bersyukur terhadap apa yang dia punya.

Alhamdulillah, apa yang dia perjuangkan semuanya terwujudkan, mulai dari dia memondokkan anak laki-lakinya semua. Sampai mensekolahkan anak perempuannya ke tinggal Sma.

Karna dia berpegangan pada satu ayat yang artinya; Barang siapa yang bertaqwa kepada Allah, niscaya Allah akan memberikan jalan keluar baginya.

Ini adalah ayat yang menjadi pedoman hidup Bapak tersebut.

Setelah dia merantau dari luar negeri, perjuangannya tidak berhenti di situ. Dia tetap berusaha dan bekerja keras, supaya bisa mengirim anaknya yang berada di pondok pesanren.

Dan pekerjaanya berubah menjadi seorang petani.

Petani

 

Yang dulunya bekerja sebagai kuli bagunan, kini pekerjaannya mulai berubah menjadi seorang petani. Walaupun apa saja yang menimpa kepada Bapak tersebut.

Dia tetap saja bersyukur, dan siap menerimanya.

Beginilah kehidupan. Terkadang kita hari ini berada di atas, insyaallah beberapa hari lagi akan jatuh berada di bawah.

Jadi apa yang kita sombongkan hidup di dunia ini. Sedangkan apa yang kita punya semua akan di tinggalkan ketika mati.

Walaupun sekarang dia penghasilannya bisa dikatakan menurun. Dia tetap harus bekerja keras untuk mengirim anaknya yang berada di pesantren.

Terkadang dia rela mengurangi makannya, agar supaya bisa mengirm anaknya.

Sedangkan kehidupan di pesantren sangat membutuhkan uang setiap bulannya. Jadi mau tidak mau Bapak tersebut harus mengumpulkan uang setiap harinya minimal 10.000, supaya bisa mengirim anaknya setiap bulan.

Itu masih belom untuk kebutuhan keluarga yang ada di rumahnya. Sedangkan pekerjaannya hanya sebagai seorang petani. Bisa menghasilakn uang dengan sabar harus menunggu sekitar empat bulan  lamanya.

Nelayan

sumber-pixabay.com

Selain seorang petani bapak ini juga sebagai nelayan, yang setiap hari dia pergi ke laut sehabis datang dari sawahnya. Munkin dia tidak mau menyia-nyiakan waktu kosongnya.

Semuanya dia lakukan semata-mata hanya untuk mendapatkan uang, untuk bisa mengirim anaknya yang ada di pesantren.

Dia rela mengorbankan segala hidupnya, hanya untuk kebahagiaan anaknya.

Dia rela kepanasan ditengah laut mencari ikan, munkin  segala cara sudah dilakukan  sama bapak ini supaya bisa  menjalani kehidupannya,

Pernah suatu hari, bapak ini menemukan mayat seorang laki-laki yang menyangkut di jaringnya. Dia mengira seekor ikan, ternyata bukan, semoga perjuangan bapak ini dibalas oleh Allah.

Peternak

sumber-unsplash.com

Selain petani dan nelayan, bapak ini sambil berternak ayam di rumahnya. Munkin dia tidak mau menyia-nyiakan sisa nasi yang ada di rumahnya, dari pada dibuang. Mending di kasih ke ayam, ternyata pintar juga bapak ini, masya Allah.

Lumayanlah buat menambah penghasilan, malahan banyakkan penghasilan ternaknya, dari pada nelayan dan petaninya.

Di samping itu juga, dia mempunyai lima ekor kambing. Supaya nanti klo ke sawah bisa membawa rumput untuk kambingnya, lumayanlah, walaupun capek ada hasinya.

Penolong

sumber-pixabay.com

Walaupun bapak ini hidupnya pas-pasan, tetapi dia selalu menolong setiap orang yang membutuhkan tenaganya.

Meskipun pada akhirnya, orang yang di tolong tidak peduli padanya. Dia tetap sabar dan bersyukur kepada Allah.

Karna semua apa yang menimpa di dalam hidupnya, dia selalu berprasangka baik kepada Allah. Tidak pernah mengeluh sedikitpun.

Pernah dulu waktu dia berada di malaysia, pernah menemukan uang yang sangat banyak. Sekitar lima belas juta, dan ditambah emas lagi.

Tetapi dia mencari orang yang mempunyai. Alhamdulillah, akhirnya bapak ini menemukan orang yang kehilangan tersebut.

Sungguh baik hati bapak ini, insyaallah bisa dijadikan sebagai pedoman kehidupan yang moderen ini.

Berjamaah

Walaupun setiap hari sibuk dengan pekerjaannya. Tetapi dia selalu mengingat sang penciptanya melalui berjamaah ke masjid. Yang gac begitu jauh dari rumahnya.

Dia selalu memakai sepeda ontel kesukaannya, supaya gac ketinggalan sholat berjamaah.

Selain berjamah dia selalu mengaji dan berzdikir kepada allah, ketika dia berada di masjid. Karna dengan mengingat Allah hati ini menjadi tenang.

Dan kegiatan ini dilakukan setiap hari, semasa hidupnya.

Padahal bapak ini mempunyai sepeda motor di rumahnya, akan tetapi dia tidak mau memakainya. Karna masih ada sepeda ontel kesayangannya.

Setakutnya dia  merasakan kesembongan di hatinya.

Tujuannya satu, supaya nanti anaknya ketika menjadi orang sukses semuanya. Biar teringat bahwa dulu bapaknya pernah menjadi orang yang sangat sederhana,

Bapak ini bukan hanya mengajarkan tentang perjuangan saja. Tetapi juga mengajarkan kepada anak-anaknya, supaya menjadi orang yang sangat sederhana.

Alhamdulillah, semua anaknya mengikuti apa yang telah di jalankan oleh bapaknya semasa hidupnya.

Walaupun sekarang anaknya bisa di katakan sukses, akan tetapi semuanya tetap hidup sederhana, seperti bapaknya.

Sakit

Ketika berumur 50, dia terkena penyakit liver. Akhirnya dibawa ke rumah sakit terdekat, akan tetapi di sana tidak bisa menanganinya. Karna penyakitnya terlalu parah kata dokternya.

Lalu dibawalah ke dokter spesialis di surabaya. Alhamdulillah  diberikan kesembuhan, cuman terkadang sakitnya kambuh lagi.

Wafat

sumber=pixabay.com

Kemudian pada bulan ramadhan, tepatnya dipagi hari, sekitar pukul 07.00. Dia meninggalkan keluarganya, dan menghembuskan nafas terakhirnya pada saat dia berumur lima puluh satu.

Semoga bapak tersebut di berikan tempat yang layak untuknya. Dan bagi keluarga yang di tinggal semoga di berikan kesabaran dan ketabahan.

Bapak yang saya ceritakan diatas, adalah ayah saya sendiri. Karna perjuangannya begitu sangat berharga pada saya.

Jadi saya sengaja menulis semua perjuangannya. Agar nanti ketika saya sukes, menjadi sebuah inspirasi pada diri saya.

Ini adalah sekilas kisah perjuangannya ayah saya. Semoga menjadi contoh buat kita semua, hususnya bagi anak-anaknya.

Sekian terima, semoga artikel ini bisa bermanfaat bagi semua manusia yang telah meluangkan waktunya, untuk membacanya.

Buat kamu yang ladang pahalanya masih lengkap, gas terus mumpung masih ada,soalnya klo sudah tidak ada bakalan nyesel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *