Asbabun Nuzul Surat Al-Alaq

3 min read

asbabun nuzul surat Al-Alaq

Asbabun Nuzul Surat Al-Alaq – Agama Islam sangat menganjurkan kepada umat muslim. Agar selalu mengembangkan ilmu agama dan pengetahuan. Dengan ilmu pengetahuan diharapkan agar semua umat muslim menyadari atas kebesaran Allah.

Salah satu dalil yang mewajibkan umat muslim untuk menuntut ilmu, diantaranya surat Al-Alaq ayat 1-5. Dengan itu, artikel kali ini kami akan membahas tentang asbabun nuzul surat al-Alaq. Sebelum teman-teman membaca artikel ini lebih lanjut, maka alangkah baiknya baca dulu asbabun nuzul surat Al-Quraisy di link tersebut.

Surat Al-Alaq merupakan surat Makkiyah yang terdiri dari 19 ayat, serta termasuk surat yang nomer 96 dalam Al-Qur’an. Adapun asbabun nuzul surat Al-Alaq sebagai berikut.

Asbabun Nuzul Surat Al-Alaq

Asbabun Nuzul Surat Al-Alaq
sumber: kompasiana.com

Diceritakan pada suatu ketika datanglah malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad lalu berkata أقرأ  (Iqra’) artinya bacalah. “Maka Nabi menjawab” saya tidak bisa membaca, maka Jibril mendekat kepadanya sehingga Nabi merasa faham. Setelah tiga kali malaikat Jibril merintah Nabi tapi jawabannya seperi itu, maka membacalah Jibril surat Al-Alaq ayat 1-5.

Setelah malaikat Jibril membaca ayat tersebut, maka Jibril meninggalkan Nabi, tinggallah beliau sendirian dengan perasaan takut.

Nabi Muhammad terlihat gugup sehingga segera pulang menemui istrinya siti Khatijah lalu berkata,” Zammiluni artinya selimuti aku. Setelah rasa dingin dan takut hilang, maka siti Khatijah bertanya apa yang engkau alami?. Nabi Muhammad berkata demi Allah, engkau adalah orang yang suka memilkul suatu masalah yang berat, serta suka menghubungkan kasih sayang.

Dari kejadian tersebut siti Khatijah mengajak Nabi Muhammad untuk menemui pamanya Waraqah bin Naufal (paman siti Khatijah). Setelah bertemu denganya, Khatijah meminta kepada Nabi Muhammad agar menjelaskan kejadian yang sudah dialami tadi malam.

Waraqah bin Naufal salah satu pendeta Nasrani yang sangat paham isi yang ada dalam kitab injil. Setelah Nabi selesai menjelaskan semua apa yang terjadi tadi malam. Waraqah berkata, “inilah sebuah utusan sebagaimana Allah mengutus Nabi Musa As.

Maka Waraqah berdoa seraya menganggkat tanganya” Semoga saya bisa hidup sampai saaatnya enkau diusir dari kaumnya”. Nabi Muhammad bertanya apakah mereka akan mengusir saya?  Beliau menjawab. “Benar! belum pernah ada seorang Nabi yang diberi wahyu seperti engkau (Muhammad) yang tidak dimusuhi kaumnya. Jika saya masih hidup, maka pasti saya akan menolong engkau sekuat-kuatya.

Hadits tersebut diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam kitab Bada’ul Wahyu nomer 3.

Surat Al-Alaq Arab dan Latin

اِقْرَأْ بِا سْمِ رَبِّكَ الَّذِيْ خَلَقَ ۚ

Iqra’ bismi rabbikalladzi khalaq

خَلَقَ الْاِ نْسَا نَ مِنْ عَلَقٍ ۚ

Khalaqal insaana min alaq

اِقْرَأْ وَرَبُّكَ الْاَ كْرَمُ ۙ

Iqra’ wa rabbukal akram

الَّذِيْ عَلَّمَ بِا لْقَلَمِ ۙ

Alladzi allama bil qalam

عَلَّمَ الْاِ نْسَا نَ مَا لَمْ يَعْلَمْ ۗ

Allamal insaana maa lam ya’lam

كَلَّاۤ اِنَّ الْاِ نْسَا نَ لَيَطْغٰۤى ۙ

kallaa innal insaana layatghaa

اَنْ رَّاٰهُ اسْتَغْنٰى ۗ

Ar ra’ahus tagna

اِنَّ اِلٰى رَبِّكَ الرُّجْعٰى ۗ

Inna ilaa rabbikar raj’aa

اَرَءَيْتَ الَّذِيْ يَنْهٰى ۗ

A ra aitalladzi yan haa

عَبْدًا اِذَا صَلّٰى ۗ

Abdan idzaa shallaa

اَرَءَيْتَ اِنْ كَا نَ عَلَى الْهُدٰۤى ۙ

A ra’aita ing kaana ‘alal hudaa

اَوْ اَمَرَ بِا لتَّقْوٰى ۙ

Au amara bit taqwa

اَرَءَيْتَ اِنْ كَذَّبَ وَتَوَلّٰى ۗ

A ra’aita ing kadzaba wa tawalla

اَلَمْ يَعْلَمْ بِاَ نَّ اللّٰهَ يَرٰى ۗ

A lam ya’lam bi annallaha yaraa

كَلَّا لَئِنْ لَّمْ يَنْتَهِ ۙ لَنَسْفَعًا بِۢا لنَّا صِيَةِ ۙ

Kalla la’il lam yantahi lanasfa’am bin naashiyah

نَا صِيَةٍ كَا ذِبَةٍ خَا طِئَةٍ ۚ

Naashiyating kaadzibatin khaati’ah

فَلْيَدْعُ نَا دِيَهٗ ۙ

Falyad’u naadiyah

سَنَدْعُ الزَّبَا نِيَةَ ۙ

Sanad’uz zabaniyah

كَلَّا ۗ لَا تُطِعْهُ وَا سْجُدْ وَا قْتَرِبْ

Kalla laa thuti’hu wasjud waqtharib

Arti Surat Al-Alaq

  1. Bacalah dengan menyebut nama Allah yang telah menciptakan.
  2. Dialah (Allah) telah menciptakan manusia dari segumpal darah.
  3. Bacalah dan Allahlah yang maha mulia.
  4. Yang telah mengajar manusia dengan pena.
  5. Allahlah yang mengajarkan manusia apa yang tidak diketahui.
  6. Sekali-kali tidak, sungguh manusia itu benar-benar melampaui batas.
  7. Apabila melihat dirinya serba cukup.
  8. Sungguh hanya kepada Allah tempat kembalinya.
  9. Bagaimana pendapatmu tentang orang yang melarang.
  10. Seorang hamba ketika sedang melakukan shalat.
  11. Bagaimana pendapatmu apabila yang dilarang shalat itu berada di atas kebenaran.
  12. Atau dia menyuruh bertaqwa kepada Allah.
  13. Bagaimana pendapatmu jika dia yang melarang itu mendustakan serta berpaling.
  14. Tidaklah dia mengetahui bahwa sesungguhnya Allah melihat segala perbuatanya.
  15. Sekali-kali tidak, sungguh jika dia tidak berhenti berbuat demikian, maka kami tarik ubun-ubunnya ke dalam neraka.
  16. Yaitu ubun-ubun orang yang mendustakan serta durhaka.
  17. Maka biarlah dia memanggil golongannya untuk menolongnya.
  18. Nanti kami akan memanggil Malaikay Zabaniyah (penyiksa bagi-bagi orang-orang yang berdosa)
  19. Sekali-kali tidak, janganlah kamu patuh kepadanya, lalu sujudlah serta dekatkanlah dirimu kepada Allah.

Tafsir Surat Al-Alaq

Tafsir Surat Al-Alaq
sumber: medium.com

Ayat 1 Surat Al-Alaq

Ayat ini berisi tentang perintah wajibnya mencari ilmu, perintah di sini tidak tertuju pada ilmu tertentu, tapi bersifat umum.

Dengan itu, kewajiban kita dalam mencari ilmu hanya meliputi ilmu yang berhubungan dengan ayat-ayat Kauniyah dan Qauliyah.

Ayat 2 Surat Al-Alaq

Dalam ayat ini Allah telah menegaskan bahwa manusia diciptakan dengan sebaik-baiknya ciptaaan sebagaimana dalam surat At-Tiin ayat 4.

لَقَدْ خَلَقْنَا الْاِ نْسَا نَ فِيْۤ اَحْسَنِ تَقْوِيْمٍ ۖ

Laqat khalaqnal insaana fii ahsani taqwim

Artinya:

Sungguh kami telah ciptakan manusia dengan sebaik-baiknya bentuk

Selain itu, Allah menyatakan bahwa manusia merupakan satu-satunya makhluk yang diciptakan oleh Allah dari segumpal darah.

Menurut para ilmu kedokteran, segumpal darah merupakan pertemuan antara sel sperma dan sel telur dalam rahim. Sebagaimana dalam ayat di atas.

Ayat 3 Surat Al-Alaq

Agama Islam telah mendidik umatnya agar bisa menjadi umat yang pandai, pintar, dan bijaksana. Sehingga bisa memahami semua ayat-ayat Kauniyah dan Qauliyah.

Oleh karna utu, dalam ayat ini terdapat pengertian pokok , yaitu perintah untuk membaca sebagai penegasan Allah yang maha Esa.

Dengan giat membaca, manusia akan mendapatkan banyak pemahaman, pengetahuan, sehingga bisa menyelesaikan masalah. Oleh karna itu pepatah mengatakan.

Membaca adalah jendela terbukanya dunia

Ayat 4 Surat Al-Alaq

Allah telah menegaskan bahwa Dia mengajarkan manusia menggunakan pena, dalam arti dengan pena manusia bisa mencatat segala ilmu pengetahuan.

Memang pena adalah benda mati, beku, dan tak bernyawa. Tapi setelah digunakan untuk mencatat ilmu, akhirnya bisa dipahami oleh orang lain.

Dengan pena manusai bisa mencatat semua bentuk ilmu, baik ilmu pengetahuan atau agama. Sehingga ilmu yang sudah dicatat bisa dipelajari oleh generasi setelahnya.

Seandainya para ulama terdahulu tidak mencatat atau membukukan karya-karyanya, tentu generasi sekarang tidak bisa mempelajari karya-karya ulama klasik.

Dengan itu, belajarlah sambil mencatat apa yang telah disampaikan oleh para guru, insya Allah di sana ada keberkahan.

Ayat 5 Surat Al-Alaq

Semua manusia dilahirkan ke dunia dalam keadaan tidak mengetahui apa-apa, sehingga Allah memberikan penglihatan, pendengaran, dan pengetahuan. Agar bisa memudahkan manusia dalam belajar, mengaji, dan mencari ilmu dengan sebanyak-banyaknya.

Ayat ini menjelaskan krakter manusia yang lahir ke dunia tidak membawa apa-apa. Sehingga mereka sadar bahwa semua ilmu yang dimiliki semuanyaa bersumber dari Allah yang maha Esa.

Dari pembahasan di atas dapat kita simpulkan bahwa Nabi Muhammad menerima wahyu pertama kali aalah surat Al-Alaq ayat 1-5.

Demikianlah pembahasan hari ini cukup sampai di sini dulu. Semoga bisa bermanfaat untuk kita semua, terima kasih banyak sudah mempir di situs kami.

Apabila ada kesalahan di artikel ini, teman-teman bisa kirim komentar di kolom di bawah ini. Sekian terima kasih sampai berjumpa di artikel selanjutnya.

Jangan lupa bantu share.

Keutamaan surat Al-waqiah

NH_Ariff
4 min read

Pengertian Al-Qur’an

NH_Ariff
7 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *