9 Tanda Baca Al-Qur’an Beserta Penjelasannya

Tanda Baca Al-Qur’an – Al-Qur’an adalah salah satu peninggalan Rasulullah, dan merupakan mukjizat Rasulullah yang masih bisa dipakai oleh umatnya. Ditulis pada zaman Khalifah Utsman bin Affan. Sesuai dengan aslinya, sebagaimana yang terdapat di museum Topkapi Turki.

Salah satu usaha yang dilakukan Khalifah Utsman bin Affan. Memudahkan manusia yang hidup di akhir zaman, supaya bisa membaca Al-Qur’an.

Karena Al-Qur’an dulu tidak memiliki tanda baca, baik titik atau harakat. Betapa sulitnya manusia untuk bisa membaca Al-Qur’an apabila tidak ada tanda bacanya. Sebelum membaca artikel ini, alangkah baiknya kita mengenal dulu hukum bacaan mad.

Pada kesempatan kali ini Dunia Pondok, akan membahas lebih jauh tentang Tanda Baca Al-Qur’an. Baik secara istilah tanda baca Al-Qur’an, isyarat tanda baca Al-Qur’an, atau arti tanda baca Al-Qur’an.

Jenis-jenis Tanda Baca Al-Qur’an

Tanda baca Al-Qur’an adalah:

Merupakan tanda baca yang dipakai, supaya manusia bisa membaca huruf hijaiyah. Tanda baca Al-Qur’an disebut juga dengan harakat.

1. Tanda Baca Al-Qur’an Fatha

Fatha merupakan tanda baca Al-Qur’an harakat yang berbentuk seperti garis horizontal, baik petik atau kecil. Yang mana fathah melambangkan huruf (a), yang berada di atas huruf bahasa Arab (Al-Qur’an).

Secara maknawiyah fatihah mempunyai arti membuka, seperti membuka mulut ketika mengucapkan huruf (a)

Jadi semua huruf hijaiyah yang diberi harakat fathah. Maka huruf tersebut akan berbunyi (-a), misalnya; Huruf “Mim” ( م) diberi harakat fathah maka menjadi “Ma” ( مَ) cara melafadzkannya ujung lidah menempel pada dinding mulut.

2. Tanda Baca Al-Qur’an Kasrah

Kasrah merupakan harakat yang berbentuk seperti garis horizontal juga. Yang mana kasrah melambangkan huruf (i) yang berada di bawah huruf bahasa Arab (Al-Qur’an).

Secara maknawiyah huruf kasrah mempunyai arti melanggar. Jadi jika ada huruf, diberi harakat kasrah maka huruf tersebut akan berbunyi (-i). Misalnya huruf “Mim” (م) diberi harakat kasrah maka menjadi “Mi” (مِ).

Jadi semua huruf hijaiyah yang berharakat kasrah. Jika bertemu dengan huruf “ya” (ي) maka akan melafadzkan huruf (-i) maka dibaca panjang kira-kira dua harakat satu alif. Misalnya huruf “Mi” bertemu dengan “ya” ( ي) maka dibaca “Mii” ( مي).

3. Tanda Baca Al-Qur’an Dammah

Dammah merupakan harakat yang berbentuk huruf “Waw kecil” (ُ ) yang mana dommah melambangkan huruf (u). Berada di atas huruf bahasa Arab (Al-Qur’an).

Jadi semua huruf hijaiyah yang diberi harakat dammah. Maka huruf tersebut akan berbunyi (-u). Misalnya huruf “Mim” (م). Diberi harakat dammah, maka menjadi “Mu’ (مُ) dibaca panjang kira-kira dua harakat satu alif.

4. Tanda Baca Al-Qur’an Alif Khanjariyah

Cara baca Alif Khanjariyah hampir sama dengan tanda baca Fathah. Ditulis seperti garis vertikal berupa huruf alif kecil (ا ) yang mana Alif ini berada di samping atau kiri huruf Hijaiyah.

Alif Khanjariyah disebut juga Mad thabi’i, dibaca panjang kira-kira dua harakat.  Alif tersebut juga melambangkang huruf (a).

Misalnya: Pada kata “Maa” (ما )  maka huruf “Maa” dibaca dua harakat lebih panjang dari biasanya.

5. Tanda Baca Al-Qur’an Tasydid

Tasydid merupakan salah satu harakat yang mempunyai bentuk (w), berada dibagian atas huruf arab, atau Al-Qur’an. Tanda baca tasydid melambangkan penekanan pada huruf konsonan.

Misalnya, lafadz “Madda” ( ) terdiri dari lafadz “mim” ( ) yang berharakat fathah. Kemudian ladaf “dal yang berharakat tasydid. Maka dibaca dengan ber lafadz “madda” ( ).

6. Tanda Baca Al-Qur’an Tanwin

Tanwin adalah; Tanda baca atau harakat yang berada di akhir kalimat, dalam tulisan bahasa Arab, atau dalam Al-Qur’an. Sama seperti meladzakan nun mati, seakan-akan nun mati berada di akhir kalimat.

 Macam-macam Tanwin:

  • Tanwin yang ditulis seperti fathah dobel ً
  • Tanwin yang ditulis seperti kasrah dobel ٍ
  • Tanwin yang ditulis seperti dhommah dobel ٌ

7. Tanda Baca Wasal

Washol merupakan tanda baca yang ditulis dalam bahasa arab, di bagian atas huruf alif. Yang disebut juga dengan alif wasal.

Wasal mempunyai arti meneruskan bacaan Al-Qur’an, tanpa menghentikan atau mewakafkan

Wasal bisa dibaca apabila ada di awal kalimat, dan tidak bisa dibaca apabila ada di tengah-tengah kalimat. Namun wasal diucapkan sama seperti halnya huruf hamzah apabila ada di awal kalimat.

Misalnya alif wasal:

اهدنا الصراط

“Ihdinas shirat”

Kalimat tersebut memiliki dua alif washal, yang pertama pada lafad (اهد نا) dan (الصراط) dari keduanya yang harus di wasalkan. Maka akan dibaca dengan cara menghilangkan alif washal pada lafadz (نا الصراط).

Alif wasal biasanya sering ketemu dengan huruf lam ma’rifat. Baik dalam bahasa arab, atau dalam Al-Qur’an, yang mengacu kepada kalimat isim.

Misal, alif wasal ketika bertemu dengan lam ma’rifat:

الُملكُ

“Al-Mulk”

الَقارعَة

“Al-Qoriah”

العَاديت

“Al-Adiyat”

8. Tanda Baca Sukun

Tanda sukun, merupakan harakat sama seperti huruf “ha” (ه ) ditulis di bagian atas, baik dalam bahasa Arab, atau dalam Al-Qur’an.

Harakat sukun, melambangkan huruf mati dari suatu huruf. Misalnya pada kata “madd“ (مد ) yang terdiri dari huruf ( م) sehingga dibaca fathah. Dan diiringi dengan huruf ( م) yang berharakat sukun sehingga dibaca seperti huruf (d ) kemudian dibaca menjadi “mad”.

Tanda Baca Al-Qur’an Waqaf

Waqaf dalam bahasa mempunyai arti; Menahan atau berhenti.

Tetapi secara istilah ilmu tajwid; Menahan bacaan sebentar dengan mengeluarkan suara, di akhir perkataan. Supaya bisa bernafas, dengan tujuan supaya bisa menyambung lagi bacaannya.

Berikut nama Waqaf dalam Al-Qur’an :

1. Wakaf Taamm (وقف تا م)- yang disempurnakan

Waqaf Taam adalah wakaf yang memberhentikan suatu bacaan, secara sempurna, dengan cara tidak berhenti di tengah-tengah bacaan atau ayat. Sehingga tidak akan merubah arti ayat yang sedang dibacanya.

2. Waqaf Qabiih (و قف قبيح)-yang buruk

Waqaf Qabih adalah Waqaf yang boleh berhenti di tengah-tengah ayat, atau waqaf yang memberhentikan bacaan secara tidak sempurna.

Tetapi teman-teman supaya menghindari waqaf ini, karna nanti ketika berhenti di waqaf ini. Lafal yang kita jadikan waqaf, masih berkaitan dengan ayat sebelumnya, sehingga dapat merubah arti yang berbeda-beda.

3. Waqaf Kafi (كا في)- Waqaf yang wajar

Waqaf yang selalu memberhentikan setiap bacaan dengan sempurna. Terkadang ayat tersebut masih memiliki kaitan dengan ayat sebelumnya, tetapi waqaf ini tidak pernah terputus di tengah-tengah bacaan

4. Waqaf Hasan (وقف حسن)-yang baik

Waqaf yang selalu memberhentikan suatu bacaan, tanpa merubah arti dari ayat sesudahnya. Secara bacaan ayatnya tetap berkaitan dengan ayat sesudahnya.

Jenis-jenis Waqaf dan Contohnya

Letak tanda waqaf banyak sekali, baik di akhir, atau di tengah ayat, dan di awal ayat. Oleh karena itu, Dunia Pondok, akan membahasnya satu-persatu masalah wakaf.

Sebelum membahas tanda waqaf. Dunia Pondok akan membahas dulu tentang hukum waqaf itu dulu, agar teman-teman tidak salah paham dalam memahaminya.

1. Waqaf Laa Washal

Waqaf Laa washal mempunyai tanda yaitu; (لا), mempunyai arti, dilarang berhenti. Maka apabila kita membaca Al-Qur’an, kemudian menemukan tanda seperti ini, maka wajib berhenti.

Misalnya terdapat dalam surat An-Nahl ayat 32:

Dalam ayat tersebut ada tanda (لا) di antara huruf ya’ dan nun. Jadi kita harus berhenti sebentar, kemudian melanjutkannya lagi.

2. Waqaf Waqfu Aula

Waqaf waqfu Aula mempunyai tanda (قال) mempunyai arti, lebih baik berhenti daripada melanjutkan.

Misalnya yang terdapat dalam surat Al-Maidah ayat 38:

Dalam ayat ini terdapat tanda (قال) di antara huruf (ها) dan (و). Jadi kita lebih baik berhenti daripada melanjutkan.

3. Waqaf Waslu Ula

Waqaf waslu ula mempunyai tanda (صلى) mempunyai arti, lebih baik melanjutkan daripada berhenti.  Tetapi boleh juga apabila nafas kita sudah habis di tengah jalan.

Misalnya yang terdapat dalam surat Az-Zukhruf ayat 44:

Dalam ayat ini terdapat tanda ( صلى) jadi kita lebih baik melanjutkan daripada berhenti.

4. Waqaf Mu’anaqah

Tanda waqaf (.’. ….  .’.) mempunyai arti, tidak boleh berhenti di kedua titik ini, harus berhenti di salah satunya. Dan tidak boleh melanjutkan keduanya.

Sering disebut juga dengan Waqaf Muraqabah dan Waqaf Ta’anuq.

Misalnya yang terdapat dalam surat Al-Baqarah ayat 2:

Dalam ayat ini terdapat dua titik, yang pertama setelah lafadz (لاريب ) dan yang kedua setelah lafadz (فيه).

5. Waqaf Saktah

Waqaf saktah mempunyai tanda, tulisan (سكته) atau (س) membacanya dengan cara berhenti sejenak. Tetapi jangan memutuskan bacaan, atau tidak boleh bernafas.

Misalnya yang disebutkan dalam Al-Qur’an sebanyak 4 kali:

6. Waqaf Lazim

Lazim mempunyai tanda (م), mempunyai arti, wajib berhenti. Waqaf ini merupakan waqaf yang sempurna karena selalu diakhiri dengan kalimat, juga tidak ada kalimat penghubung dengan kalimat selanjutnya.

Huruf ( ) hampir sama dengan tanda tajwid iqlab, tetapi sangat jauh berbeda maksud dan fungsinya.

Misalnya yang terdapat dalam surat Al-An’am ayat 20:

Didalam ayat tersebut ada tanda ( م) di antara huruf mim’ dan alif. Jadi kita wajib berhenti.

7. Waqaf Jaiz

Jiaz mempunyai tanda (ج), dalam arti, boleh melanjutkan boleh berhenti. Tergantung dengan kekuatan nafas kita.

Misalnya:

Tanda lazim (ح) terdapat pada lafadz ( الدنيا) dan lafadz (وزخرفا ).

8. Waqaf Waqfah

Waqaf ini hampir sama dengan Waqaf saktah tetapi waqaf ini berhenti lebih lama kemudian baru meneruskan bacaannya.

Akhir Kata

Teman-teman Dunia Pondok, demikianlah pembahasan tentang Tanda Baca Al-Qur’an. Memang menyulitkan bagi semua orang yang masih baru belajar Al-Qur’an.

Tetapi jangan sampai menyerah, apabila kita masih mempunyai kemauan. Karna pertolongan Allah masih luas untuk kita semua.

Barangkali ada yang mau ditanyakan dari teman-teman tentang Tanda Baca Al-Qur’an bisa kirim langsung di kolom komentar. Jangan lupa pula baca hukum bacaan nun mati

Juga diharapkan dari teman-teman kritik dan sarannya. Supaya Duniapondok bisa berkarya lebih baik lagi. Kalau teman-teman suka dengan artikel ini, tolong bantu share iya.