Beberapa Peristiwa Penting di 10 Muharram dalam Islam

Peristiwa 10 Muharram – Salam sejahtera kami ucapkan kepada semua teman-teman. Alhamdulillah setelah kemarin kita membahas tentang keistimewaan malam lailatul qadar. Kali ini kita akan membahas tentang peristiwa yang terjadi di tanggal 10 Muharram.

Tanggal 10 Muharram merupakan bulan yang penuh sejarah dalam agama Islam. Karena di tanggal ini banyak peristiwa penting yang menunjukan kekuasaan Allah.

Lalu apa saja peristiwa yang terjadi di 10 muharram? Nah betul, mari kita sama-sama simak artikel ini sampai selesai.

Beberapa Peristiwa 10 Muharram

Selamatnya Nabi Musa

Pada tanggal 10 muharram Allah selamatkan Nabi Musa bersama Bani Israil dari bala tentara Fir’aun. Sehingga Allah menenggelamkan Fir’aun bersama tentaranya di lautan merah.

Menurut beberapa Mufassir jumlah Bani Israil yang dikejar oleh tentara Firaun berjumlah 600.000 orang. Sedangkan pasukan Fir’aun berjumlah 1.600.000 orang,

Dari peristiwa tersebut Nabi Musa bersama Bani Israil menjalani puasa Muharram, sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah. Sebagaimana dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah:

Bahwasannya Nabi Muhammad pernah berjalan melewati orang-orang Yahudi yang sedang berpuasa pada hari Asyura. Lalu Nabi bertanya, “puasa apa kalian?. “Mereka menjawab, hari ini tuhan telah menyelamatkan Musa dan Bani Israil dari tenggelam. Sedangkan Fir’aun dan tentaranya ditenggelamkan.

Pada hari itu juga Allah melabuhkan kapal Nabi Nuh di bukit Judi. Dengan itu pada hari ini Nabi Nuh dan Nabi Musa berpuasa sebagai ungkapan rasa syukur kepada tuhan mereka (Allah).

Kemudian Nabi bersabda; Aku lebih berhak atas Musa dan lebih berhak untuk berpuasa pada hari ini. Selanjutnya Nabi bersabda kepada para sahabat.

Siapa diantara kalian yang berniat puasa pagi ini, maka sempurnakanlah puasanya. Dan siapa diantara kalian yang terlanjur memakan makanan yang dihidangkan keluarganya, maka sempurnakanlah sisa waktu hari ini untuk berpuasa”

Sembuhnya Nabi Ayyub Dari Penyakit

Pada suatu ketika Allah memberikan ujian kepada Nabi Ayub, berupa penyakit kulit yang menjijikan. Sehingga sebab penyakit tersebut, semua kaumnya pergi meninggalkan Nabi Ayub.

Namun karna kesabaran dan keikhlasnya Nabi Ayub, pada tanggal 10 Muharram Allah angkat penyakit tersebut.

Bebasnya Nabi Yusuf Dari Penjara

Nabi Yusuf memilih masuk penjara setelah Zulaikha memberikan dua pilihan antara masuk penjara atau menerima cinta Zulaikha.

Di dalam penjara Nabi Yusuf menjadi tenang karena tidak ada wanita yang menggodanya lagi. Namun setelah melalui pembuktian yang panjang dan terbukti, bahwa Nabi Yusuf tidak bersalah. Maka Nabi Yusuf dibebaskan dari penjara pada tanggal 10 Muharram.

Selamatnya Nabi Ibrahim Dari Namrud

Ketika Raja Namrud keluar bersama para kaumnya, maka Nabi Ibrahim menghancurkan semua kepala berhala itu dengan kapak. Kemudian Nabi Ibrahim menggantungkan kapak tersebut di berhala yang paling besar.

Setelah kejadian ini diketahui oleh Raja Namrud, maka dia memerintahkan kaumnya untuk menangkap Nabi ibrahim.

Setelah ditangkap kemudian Nabi Ibrahim dihukum dengan cara dibakar. Namun Allah yang Maha Esa menyelamatkan Nabi Ibrahim dari api tersebut. Hal tersebut terjadi pada tanggal 10 Muharram, sebagaimana dalam Al-Qur’an surat Al-Anbiya’ ayat 69.

قُلْنَا يٰنَا رُ كُوْنِيْ بَرْدًا وَّسَلٰمًا عَلٰۤى اِبْرٰهِيْمَ ۙ

Artinya:

Kami (Allah) berfirman, wahai api jadilah kamu dingin dan penyelamat bagi Ibrahim


Baca Juga: Keutamaan Bulan Sya’ban


Diterimanya Taubat Nabi Adam

Setelah Nabi Adam dan Siti Hawa dikeluarkan dari surga, maka Nabi Adam selalu meminta ampunan serta berdoa.

قَا لَا رَبَّنَا ظَلَمْنَاۤ اَنْفُسَنَا وَاِ نْ لَّمْ تَغْفِرْ لَـنَا وَتَرْحَمْنَا لَـنَكُوْنَنَّ مِنَ الْخٰسِرِيْنَ

Sehingga Allah menerima taubat Nabi Adam, walaupun pada dasarnya Nabi Adam tidak berdosa. Hal tersebut terjadi ketika tanggal 10 Muharram.

Keluarnya Nabi Yunus Dari perut ikan

Masalah besar pernah dirasakan oleh Nabi Yunus As, ketika beliau dilempar ke lautan lepas sehingga dimakan oleh ikan yang besar. Ada tiga kesulitan yang dihadapi oleh Nabi Yunus.

  1. Gelapnya malam yang tidak bisa berbuat apa-apa.
  2. Susah bernafas ketika berada di dalam perut ikan.
  3. Gelapnya lautan yang tidak mampu melihat apa-apa.

Lalu hanya satu yang bisa dilakukan oleh Nabi Yunus, yaitu menyerahkan semua problemnya kepada Allah yang Maha Esa. Kemudian Beliau berdoa dalam keadaan yang gelap dengan doa:

لَّاۤ اِلٰهَ اِلَّاۤ اَنْتَ سُبْحٰنَكَ اِنِّيْ كُنْتُ مِنَ الظّٰلِمِيْنَ

Dari doa tersebut sehingga Allah menerima taubat Nabi Yunus, walaupun pada dasarnya beliau tidak berdosa. Hal tersebut terjadi ketika tanggal 10 Muharram.

Jenis Amalan 10 Muharram

Memberikan Harta Untuk Keluarga

Memberikan sebagian hartanya kepada istri dan keluarga telah dianjurkan dalam hadits, agar hartanya akan semakin bertambah setiap tahunya.

Adapun cara memberikan harta bisa dilakukan dengan cara membeli makanan, melebihi dari hari biasanya. Dengan tujuan agar bisa membahagiakan keluarga. Hal ini sebagaimana dalam hadits.

مَنْ وَسَّعَ عَلَى أَهْلِهِ يَوْمَ عَاشُورَاءَ وَسَّعَ اللَّهُ عَلَيْهِ سَائِرَ سَنَتِهِ

“Barangsiapa yang melapangkan rizkinya untuk keluarganya di hari Asyura, maka Allah akan melapangkan rizkinya setahun penuh”

Membaca Ayat Kursi

Salah satu bacaan dzikir 10 Muharram adalah membaca ayat kursi, sebagaimana sebagian ulama menyebutkan. Bahwa telah dianjurkan membaca ayat kursi sebanyak 360 kali dengan dibarengi bacaan basmalah pada tiap-tiap ayat kursi. Hal ini dibaca di awal bulan Muharram.

karena hal itu adalah benteng yang kokoh yang bisa menjaga kita, dari setan yang terkutuk di dalam tahun itu. Lalu mengapa harus 360 kali? Karena selama satu tahun ada 360 hari. Namun perlu teman-teman ketahui, bahwa hal ini bukan datang dari Nabi Muhammad.

Memperbanyak Dzikir

Membaca dzikir pada malam Asyura telah dianjurkan, walaupun hal tersebut tidak ada dalam hadist Nabi Muhammad.

Namun Imam Al-Ajhury berkata. Bahwa barang siapa yang mengucapkan حسبنا الله ونعم الوكيل نعم المولى ونعم النصير ولا حول ولاقوة الا بالله العلي العظيم. Sebanyak 70 kali di malam Asyura. Maka dia akan dihindari dari berbagai macam keburukan di tahun itu.

Puasa Asyura dan Tasu’a

Puasa sunah yang dilakukan pada tanggal 10 Muharram merupakan puasa sunnah yang utama. Sebagaimana dalam hadits.

أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ

Artinya:

Puasa yang paling utama setelah puasa Ramadhan adalah puasa bulan Allah Muharram.

Sehingga banyak hikmah yang didapatkan apabila kita melakukan puasa Asyura, diantaranya sebagai berikut:

  • Bisa menghapus dosa setahun.
  • Sebagai wujud syukur kepada Allah yang telah menyelamatkan Nabi Musa dan Bani Israil.
  • Meneladani Nabi Musa.

Menjalin Silaturahmi

Umat Islam sangat dianjurkan dalam menjalin silaturahmi, sehingga Nabi Muhammad melarang bagi orang yang memutuskan silaturahmi. Sebagaimana dalam hadits.

لا يدخل الجنة قاطع

Artinya:

Tidak akan masuk surga bagi orang memutus

Sufyan berkata: Yakni memutus hubungan tali silaturahmi. Hadits ini dari Jubair bin Muth’im diambil dari kitab Dalius- Sailin.

Apabila ada diantara kita yang jarang melakukan silaturahmi ke sanak family. Maka tanggal 10 Muharram menjadi moment yang tepat, untuk memperbaiki tali silaturahmi yang lama terputus.

Sedekah 10 Muharram

Untuk amalan yang ini sebenarnya bisa dilakukan kapan saja, tidak harus pada hari Asyura. Namun di hari Asyura ada kelebihan serta keistimewaan bagi orang yang bershadaqah. Hal ini sebagaimana dalam hadits.

من صام عاشوراء فكأنما صام السنة ومن تصدق فيه كان كصدقة السنة

Artinya:

Barangsiapa yang berpuasa di hari Asyura, maka seakan-akan seperti berpuasa satu tahun. Dan barangsiapa yang bersedekah pada hari Asyura, maka seperti bersedekah selama satu tahun.

Menyantuni Anak Yatim

Selain shadaqah umat Islam juga dianjurkan menyantuni anak yatim ketika tanggal 10 bulan Muharram, hal ini sebagaimana dalam hadits.

من مسح يده على رأس يتيم يوم عاشوراء رفع الله تعالى بكل شعرة درجة

Artinya:

Barang siapa yang mengusap tangannya kepada kepala anak yatim di hari Asyura. Maka Allah akan mengangkat derajatnya dengan setiap helai rambutnya.

Dari artikel tersebut kita dapat menyimpulkan. Bahwa peristiwa masa lalu merupakan cerminan bagi kita untuk berusaha memisahkan kebenaran dan kebatilan.


Baca Juga: Pidato Isra Miraj


Akhir Kata

Dengan itu, memperingati hari Asyura, kita dapat mengambil pelajaran dari perjuangan para Nabi dan Rasul terdahulu. Misi mereka hanya satu yaitu ingin menegakkan aqidah Islamiyah.

Terima kasih kami ucapkan kepada semua teman-teman. Semoga artikel tentang peristiwa 10 muharram ini bisa bermanfaat serta bisa menjadi tambahan ilmu Amin.

Apabila ada kesalahan di dalam artikel ini, teman-teman bisa kirim komentar di kolom di bawah ini. Sekian sampai jumpa di artikel selanjutnya.

Jangan lupa bantu share.