kandungan-surat-al-humazah

4 min read

surat Al-humazah

kandungan-Surat-Al-Humazah – Surat Al-Humazah diturunkan setelah surat ,,,,,,,,termasuk surat yang nomer 104 dalam Al-Qur’an. Surat ini dinamakan surat Al-Humazah diambil dari surat yang pertama yang memiliki arti pengumpat.

Namun nama lain dari surat ini adalah Huthamah diambil dari surat ke-lima yang artinya neraka yang menghancurkan.

Surat ini tergolong dalam surat Makkiyah yang terdiri dari 9 ayat, Al-Humazah artinya pengumpat yang diambil dari surat pertama. Lalu apa saja isi kandungan yang ada di dalam surat Al-Humazah? Nah, mari kita sama-sama simak artikel ini sampai selesai.

Asbabun Nuzul Surat Al-Humazah

Asbabun Nuzul Surat Al-Humazah
sumber: apkgk.com

Menurut Imam Muqatil surat ini turun atas peristiwa Walid bin Mughirah. Dia selalu mencela serta menggunjing Nabi Muhammad, ketika tidak berada dihadapannya beliau.

Tapi dalam pendapat lain surat ini turun karna Jamil bin Mu’ammar, Akhnas bin Syariq, serta ash bin Wail. Jadi ada lebih banyak lagi humazah dan lumazah, bukan hanya Walid bin mughirah saja.

Namun secara umum surat ini menjelaskan kepada semua orang-orang yang memiliki sifat mencela dengan ucapan.

Dalam tafsir Al-Munir Syaikh Wahbah Az-Zuhaili menjelaskan bahwa humazah artinya menggunjing serta mencela kehormatan manusia. Kemudian lumazah artinya menghina dengan menggunakan isyarat, baik mata, alis, dan tangan.

Intisari dari surat ini adalah ancaman Allah terhadap orang-orang yang sering mencela orang lain, suka mengumpulkan harta, dan suka mengumpat.

Ancama juga bagi orang-orang yang tidak pernah menginfakkan hartanya untuk orang-orang yang membutuhkannya. Seperti anak yatim, fakir miskin, dan sebagainya.

Bunyi Surat Al-Humzah

1. وَيْلٌ لِّـكُلِّ هُمَزَةٍ لُّمَزَةٍ ۙ

Wailul likulli humazatil lumazah

2.٭لَّذِيْ جَمَعَ مَا لًا وَّعَدَّدَهٗ ۙ

Alladzi jama’a maalaw wa ‘addadah

3. يَحْسَبُ اَنَّ مَا لَهٗۤ اَخْلَدَهٗ ۚ

Yahsabu anna maalahuu akhladah

4. كَلَّا لَيُنْۢبَذَنَّ فِى الْحُطَمَةِ ۖ

Kalla layumbadzanna fil khutamah

5. وَمَاۤ اَدْرٰٮكَ مَا الْحُطَمَةُ ۗ

Wa maa adraaka mal khutamah

6. نَا رُ اللّٰهِ الْمُوْقَدَةُ ۙ

Naarullahi muuqadah

7. الَّتِيْ تَطَّلِعُ عَلَى الْاَ فْــئِدَةِ ۗ

Allatii tatthali’u alal af’idah

8. اِنَّهَا عَلَيْهِمْ مُّؤْصَدَةٌ ۙ

Innahaa ‘alaihi mu’shodah

9. فِيْ عَمَدٍ مُّمَدَّدَةٍ

Fii ‘amadin mumaddah

Arti Surat Al-Humazah

  • Celakalah bagi setiap pengumpat dan pencela
  • Yang mengumpulkan harta dan menghitung-hitungnya
  • Manusia mengira bahwa hartany itu dapat mengekalkannya
  • Sekali-kali tidak, pasti dia akan dilemparkan ke dalam neraka Khutamah
  • Apakah kalian tahu apa neraka khutamah itu?
  • Yaitu api adzab Allah yang dinyalakan
  • Yang bisa membakar sampai ke hati
  • Sungguh api itu ditutup rapat atas diri mereka
  • Sedangkan mereka itu diikat pada tiang-tiang yang panjang

Kandungan Surat Al-Humazah

Kandungan Surat Al-Humazah
sumber: rakyatjambi.co

Allah telah memberikan banyak sekali karunia serta kenikmatan kepada manusia, tapi masih banyak yang lupa bahwa itu semua dari Allah.

Bahkan ada sebagian dari manusia yang masih sombong serta suka merendahan orang lain. Padahal kenikmatan yang didapatkan terselib hak orang lain.

Banyak manusia yang menganggap, bahwa karunia yang iya dapatkan merupakan hasil dari usahanya sendiri. Sehingga mereka tidak mau berbagi kepada orang lain serta menjadi tamak terhadap dunia. Adapun isi kandungannya sebagai berikut:

Suka Menumpuk Harta

Salah satu penyebab seseorang mengumpat serta mencela orang lain, diantaranya suka menumpuk harta benda. Mereka lupa bahwa harta yang dimilik adalah berasal dari Allah. Bahkan yang mereka pikirkan adalah bahwa harta bisa menjadikan mereka lebih tinggi dari orang lain, padahal tidak.

Bagi setiap orang yang suka mengumpulkan harta mereka lupa terhadap kematian yang bisa menjemputnya kapan saja. Harta yang kita miliki tidaklah selamanya berada dalam genggaman tangan.

Oleh karna itu ayat menegaskan agar kita selalu berhati-hati dengan harta yang kita miliki baik berupa uang atau anak. Sebagaimana dalam Surat Al-Anfal ayat 28.

وَا عْلَمُوْۤا اَنَّمَاۤ اَمْوَا لُكُمْ وَاَ وْلَا دُكُمْ فِتْنَةٌ ۙ وَّاَنَّ اللّٰهَ عِنْدَهٗۤ اَجْرٌ عَظِيْم

Artinya;

Dan ketahuilah bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan, dan sesungguhnya di sisi Allah Ada pahala yang besar

Dalam ayat ini harta hanyalah sebagai fitnah, tipu daya, yang bisa menjerumuskan manusia ke dalam kesesatan.

Tidak Suka Berbagi

Menurut seorang filosofi muslim yaitu Ibnu Khaldun mengatakan harta yang kita miliki dinamakan rejeki, apabila sudah bisa dimanfaatkan.

Maksud dimanfaatkan disini adalah digunakan oleh orang lain atau diri sendiri, jadi harta yang belum digunakan, maka belum dinamakan rejeki.

Tertipu Oleh Harta

Balasan bagi orang yang suka menumpuk harta serta suka mencela orang lain adalah neraka khatamah. Yaitu neraka yang menyala-nyala sehingga mampu membakar manusia sampai ke bagian tubuh yang paling dalam.

Suka Mencela dan Mengumpat

Bagi manusia yang suka melakukan perbuatan ini, sering merasa bahwa dirinya lebih tinggi dari orang lain. Mencela dan mengumpat merupakan perbuatan yang didasari oleh rasa sombong.

Seseorang yang mempunyai sifat ini merasa dirinya adalah orang yang mulia dan benar. Padahal bisa jadi orang yang dihina lebih mulia dihadapan Allah. Sebagaimana dalam surat Al-Hujurat ayat 11.

يٰۤاَ يُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِّنْ قَوْمٍ عَسٰۤى اَنْ يَّكُوْنُوْا خَيْرًا مِّنْهُمْ وَلَا نِسَآءٌ مِّنْ نِّسَآءٍ عَسٰۤى اَنْ يَّكُنَّ خَيْرًا مِّنْهُنَّ ۚ وَلَا تَلْمِزُوْۤا اَنْفُسَكُمْ وَلَا تَنَا بَزُوْا بِا لْاَ لْقَا بِ ۗ بِئْسَ الِا سْمُ الْفُسُوْقُ بَعْدَ الْاِ يْمَا نِ ۚ وَمَنْ لَّمْ يَتُبْ فَاُ ولٰٓئِكَ هُمُ الظّٰلِمُوْنَ

Artinya:

Wahai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-ngolok kaum yang lain, karna bisa jadi mereka lebih baik dari kalian.

Juga jangan pula wanita-wanita mengolok-ngolok wanita lain, karna bisa jadi mereka lebih baik dari kalian.

Dan janganlah kaliansaling mencela satu sama yang lain, jangan pula saling memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Karna seburuk-buruk panggilan adalah panggilan yang fasik setelah beriman.

Barang siapa tidak bertaubat, maka mereka termasuk orang-orang yang dzalim

Disiksa Dalam Neraka Khatamah

Orang yang tertipu oleh permainan dunia serta suka mengumpulkan harta. Maka akan disiksa oleh Allah dalam Api neraka Khatamah dengan siksaan yang sangat pedih.

Membakar seluruh tubuhnya sehingga tembus ke dalam hatinya, dengan surat Al-Humazah Allah mengingatkan kepada kita. Agar tidak suka mengumpulkan harta.

Tafsir Surat Al-Humazah

Tafsir Surat Al-Humazah
sumber: nasehatqur’an.com

Ayat 1 Surat Al-Humazah

Menurut Ibnu Zaid dan Imam Mujahid lafad lumazah mempunyai arti mengumpat dengan dengan lisan, sedangkan humazah mengumpat dengan harta.

Selain itu, Qatadah menjelaskan lumazah dan humazah adalah orang yang suka mencela dengan mata dan lisan. Serta suka menjatuhkan orang lain dan suka mengumpat.

Sedangkan menurut Ar-Rabi’i Ibnu Abbas menjelaskan bahwa humazah adalah mengejek seorang yang ada dihadapannya. Sedangkan lumazah mengejek dari belakangnya.

Ayat 2 Surat Al-Humazah

Imam Ibnu Jarir dan Muhammad ibnu Ka’ab menjelaskan ayat ini bahwa. Bagi setiap manusia yang terus-menerus mengumpulkan hartanya serta menghitugnya tanpa henti. Seumpama orang yang tidur seperti bangkai yang telah membusuk.

Ayat 3-4 Surat Al-Humazah

Manusia yang suka mengumpulkan dunia serta menghitung tangpa henti, maka akan dimasukan kedalam neraka hutamah. Yaitu api yang tidak pernah berhenti menyala-nyala.

Manusia mengira bahwa harta yang iya kumpulkan, akan kekal hidupnya bersamanya di dunia yang fana ini, padahal tidak.

Tetapi prasangka tersebut telah dijelaskan dalam ayat ke 4 ini dengan kata كَلاَّ yang artinya sekali-kali tidak. Perbuatan yang sebenarnya tidak akan terjadi seperti apa yang mereka inginkan.

Neraka khutamah akan menghancurkan serta meluluhkan bagi setiap manusia yang suka mengumpulkan harta dan para pengumpat.

Ayat 5-7 Surat Al-Humazah

Muhammad ibny Ka’ab menjelaskan bahwa api neraka khutamah akan membakar semua anggota tubuh penghuninya. Apabila api itu sudah membakar semua anggota tubuh para penghuninya. Maka api itu akan kembali lagi ke tubuhnya kemudian membakarnya lagi.

Dari Sahabat Shabit Al-Bannani menjelaskan bahwa orang-orang yang suka mengumpat, suka mengumpulkan harta. Akan dimasukan ke dalam neraka khutamah yang akan membakar hingga ke dalam jantungnya, sedangkan mereka masih dalam keadaan hidup.

Sehingga para pengumpat ketika siksaanya mencapai puncaknya, mereka hanya menangis, menjerit, karna tidak kuat merasakann sakitya siksaan api neraka.

Ayat 8 Surat Al-Humazah

Penjelasan dalam ayat ini, bahwa orang-orang yang sudah dimasukan ke dalam neraka. Maka tidak akan bisa keluar lagi mengapa? Karna pintunya sudah ditutup dengan rapat. Sebagaimana dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Bakar:

Artinya:

Sesungguhnya api itu ditutup dengan rapat atas mereka

Maksud dari ayat ini adalah pintu neraka khutamah akan ditutup dengan rapat sehingga para penghuninya tidak akan bisa keluar lagi.

Ayat 9 Surat Al-Humazah

Menurut Imam Abu Shaleh para penghuni neraka ini akan diikat pada tiang-tiang yang panjang maksudnya adalah belenggu-belenggu yang sangat berat.

Sedangkan menurut Attiyah Al-Aufi tiang tersebut terbuat dari besi. Sebagaimana dalam hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas. Bahwa mereka para pengumpat akan dipasung di lehernya dengan belenggu, kemudian pintu nerakanya akan ditutup.

Imam ibnu Jarir memilih pendapat ini, kemudian Qatadah melanjutkan bahwa mereka para pengumpat akan di adzab di dalam neraka khutamah.

Surat Al-Humzah mp3

Alhamdulillah penjelasan tentang kandungan surat Al-Humazah sudah selesai, semoga bisa menjadi tambahana ilmu buat kita semua. Sebelum mengakhiri artikel ini alangkah baiknya baca dulu ayat tentang zina di link tersebut. Apabila ada kekurangan dalam artikel ini, kami mohon maaf sebesar-besarnya.

Jangan lupa bantu share.

Keutamaan surat Al-waqiah

NH_Ariff
4 min read

Pengertian Al-Qur’an

NH_Ariff
7 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *