Asbabun Nuzul An-Nisa Ayat 59

5 min read

asbabun nuzul surat an nisa ayat 59

Assalamualaikum, salam sejahterah kami ucapkan kepada semua sahabat duniapondok. Terima kasih masih setia berkunjung ke situs kami. Alhamdulillah setelah kemaren kita membahas asbabun nuzul surat Al-Fatihah kali ini kita akan membahas asbabun nuzul surat An-Nisa ayat 59.

Surat An-Nisa adalah satu surat dalam Al-Qur’an yang membahas tentang seorang wanita. Banyak keutamaan serta pelajaran yang kita ambil dari surat ini, apabila sudah mentadabburi isinya.

Lalu apa sih sebab turunya ayat ini? Nah ini dia asbabun nuzul surat An-Nisa ayat 59 yang harus kalian ketahui.

Asbabun Nusul Surat An-Nisa Ayat 59

Asbabun Nusul Surat An-Nisa Ayat 59
sumber: nasehatquran.com

Surat An-Nisa ayat 59 merupakan salah satu perintah Allah agar manusia memiliki prilaku yang taat. Serta patuh terhadap Allah, Rasul, dan Ulul Azmi.

Ayat ini sering kali digunakan sebagai dalil hukum sumber Islam dalam ilmu jinayah dan siyasah ilmu hukum Islam. Barang kali saat ini kalian sedang mencari asbabun nuzul ayat tersebut, adapun asbabun nuzulnya sebagai berikut.

Dalam kitab tafsir karanngan Ibnu Katsir dijelaskan. Bahwa asbabun nuzul surat An-Nisa ayat 59 ini berhubungan dengan peristiwa sahabat Abdullah bin Hudzafah bin Qais. Ketika beliau diutus oleh Nabi Muhammad untuk memimpin pasukan perang.

Ketika Abdullah memerintahkan para pasukan untuk mengumpulkan kayu untuk dibakar. Maka ketika api tersebut sudah menyala, Abdullah menyuruh para sahabat untuk memasuki api tersebut. Maka ada salah satu pasukan yang bertanya? Sesungguhnya jalan keluar dari api ini hanyalah Nabi Muhammad.

Oleh karna itu jangan tergesa-gesa sebelum menemui beliau. Maka jika Nabi Muhammad memerintahkan kepada kita semua untuk memasuki api ini, maka akan aku masuki api tersebut.

Pergilah para pasukan menghadap kepada Nabi Muhammad, kemudian menceritakan hal tersebut. Maka Nabi Muhammad melarang memasuki api tersebut serta menegaskan bahwa ketaan hanyalah dalam kebaikan.

Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani menjelaskan dalam hadits, bahwa apabila ada perbedaan diantara manusia, maka harus dikembalikan kepada Al-Qur’an dan Hadits.

Bunyi Surat An-Nisa Ayat 59

يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْۤا اَطِيْـعُوا اللّٰهَ وَاَ طِيْـعُوا الرَّسُوْلَ وَاُ ولِى الْاَ مْرِ مِنْكُمْ ۚ فَاِ نْ تَنَا زَعْتُمْ فِيْ شَيْءٍ فَرُدُّوْهُ اِلَى اللّٰهِ وَا لرَّسُوْلِ اِنْ كُنْـتُمْ تُؤْمِنُوْنَ بِا للّٰهِ وَا لْيَـوْمِ الْاٰ خِرِ ۗ ذٰلِكَ خَيْرٌ وَّاَحْسَنُ تَأْوِيْلًا

Surat An-Nisa Ayat 59 Latin

Yaa ayyuhalladziina aamanuu athi’ullaha wa athii’ur rasuula wa ulil amri mingkum, fa in tanaaza’tum fii syai’in faradduuhu ilallahi war rasul. Ing kungtum thu’minuuna billaahi wal yaumil aakhir, dzaalika khairuw wa ahsanu ta’wiila.

Arti Surat An-Nisa Ayat 59

Wahai orang-orang yang beriman, taatilah Allah, Rasul (Nabi Muhammad), dan Ulul amri (Penguasa) di antara kalian. Kemudian jika kalian berbeda pendapat tentang suatu hal, maka kembalilah kepada Allah (Al-Qur’an) dan Rasul (Hadits). Apabila kalian beriman kepada Allah dan hari kiamat, yang demikian itu lebih utama bagimu serta lebih baik akibatnya.

Tajwid Surat An-Nisa Ayat 59

Ayat ini bisa dibilang cukup panjang, sehingga hukum bacaan tajwidnya cukup begitu banyak, diantaranya sebagai berikut.

  1. يٰۤـاَ Bacaan mad jaiz munfasil, karna huruf mad bertemu dengan hamzah dalam satu kalimat, adapun cara bacanya dipanjangan 4-6
  2. الَّذِيْنَ Bacaan alif qamariyah, karna huruf alif lam bertemu dengan salah satu huruf qamariyah yaitu ذ.
  3. اٰمَنُوْۤا اَطِيْـعُوا اللّٰهَ Pertama bacaan mad thabi’i, karna huruf alif berharakat panjang. Kedua bacaan bacaan mad haiz munfasil, karna huruf mad و bertemu dengan hamsah dalam dua kalimat. Adapun cara bacanya sama kayak yang di atas. Sedangkan yang ketiga bacaan Tafkhim, karna lafad Allah didahului oleh huruf berharakat dhammad, cara bacanya dibaca tebal.
  4. وَاَ طِيْـعُوا الرَّسُوْلَ Bacaan mad thabi’i, karna huruf ي sukun didahului oleh harakat kasrah, cara bacanya dibaca panjang 2 harakat. Kedua bacaan Alif syamsiyah, karna alif lam bertemu dengan ر.
  5. وَاُ ولِى الْاَ مْرِ مِنْكُمْ  Bacaan idhar syafawi, karna huruf م bertemu dengan ر, cara bacanya harus jelas. Kedua bacaan ikhfa’ haqiqi, karna nun mati bertemu dengan ك, cara bacanya dengan menyamarkan bunyi nun mati serta mendengung.
  6. فَاِ نْ تَنَا زَعْتُمْ Bacaan ikhfa’ haqiqi, karna huruf nun matiن bertemu dengan ت. Cara bacanya sama dengan yang di atas. Kedua bacaan mad thabi’i, karna huruf nun bertemu dengan hamsah sukun, cara bacannya sama 2 harakat.
  7. فِيْ شَيْءٍ Bacaan mat thabi’i. Kedua bacaan mad layyin, karna ya mati ي didahului oleh huruf berharakat fathah, cara bacanya dibaca panjang dua harakat.
  8. فَرُدُّوْهُ اِلَى اللّٰهِ وَا لرَّسُوْلِ Bacaan mad thabi’i. Kedua bacaan tafkhim, karna lafad Allah didahului oleh huruf fathah, cara bacanya dibaca tebal. Kedua bacaan al syamsiyah, karna huruf ال bertemu dengan ر.
  9. اِنْ كُنْـتُمْ Bacaan ikhfa’ haqiqi, cara bacanya dibaca samar serta mendengung.
  10. تُؤْمِنُوْنَ بِا للّٰهِ وَا لْيَـوْمِ الْاٰ خِرِ Bacaan mad thabi’i karna huruf و didahului oleh harakat dhammah. Kedua bacaan tarqiq karna lafad Allah didahului harakat kasrah, cara bacanya dibaca tipis.
  11. ذٰلِكَ خَيْرٌ وَّاَحْسَنُ تَأْوِيْلًا Bacaan mad layyin, karna ي mati didahului oleh harakat fathah, cara bacanya sama dengan di atas. Kedua bacaan idgham bigunnah, karna harakat dhammah tanwin bertemu dengan huruf و, cara bacanya dimasukan serta mendengung.

Isi Kandungan Surat An-Nisa Ayat 59

Dalam tafsir Al-Azhar karangan buya Hamka, Tafsir Munir karangan wahbah Az-Zuhaili dan Tafsir Al-Qur’anul Adim karangan Ibnu Katsir. Bahwa isi kandungan yang terdapat dalam surat An-Nisa ayat 59 diantaranya sebagai berikut.

  • Al-Qur’an dan hadits merupakan sumber hukum Islam, jadi jika ada hal-hal yang diperdebatkan, maka harus di kembalikan kepada keduanya.
  • Bagi setiap umat muslim yang tidak mau menjadikan Al-Qur’an dan Hadits sebagai hakimnya, maka imannya harus dipertanyakan.
  • Tanda orang-orang yang beriman adalah ta’at kepada Allah dan Rasul secara mutlak, sehingga bisa mengamalkan Al-Qur’an dan sunah Nabi Muhammad.
  • Harus ta’at terhadap perintah pemimpin selama tidak bertentangan dengan perintah Allah dan Rasulnya. Jika pemimpin memerintahkan kepada suatu yang bertentangan dengan Al-Qur’an dan hadits, maka tidak ada kewajiban ta’at kepadanya.
  • Kita harus mengembalikan kepada Al-Qur’an, jika ingin menghasilkan penyelesaian yang lebih baik serta bisa membawa keberkahan.
  • Salah satu tanda iman seorang muslim menjadikan Al-Qur’an dan hadits sebagai landasan hukum ajaran agama Islam.

Hadits Terkait Surat An-Nisa Ayat 59

Hadits Terkait Surat An-Nisa Ayat 59
sumber: mahadsyarafulharamain.com

Hadits Riwayat Imam Bukhari

Terdapat salah satu hadits Nabi Muhammad yang telah menjelaskan tentang hal apa yang harus kita ta’ati kepada pemimmpin. Kita wajib ta’at terhadap apa yang telah diperintahkan oleh pemimpin, selama tidak merintahkan kepada suatu yang dilarang oleh Allah. Sebagaimana dalam hadits.

عَلَى الْمَرْءِ الْمُسْلِمِ ، فِيمَا أَحَبَّ وَكَرِهَ ، مَا لَمْ يُؤْمَرْ بِمَعْصِيَةٍ ، فَإِذَا أُمِرَ بِمَعْصِيَةٍ فَلاَ سَمْعَ وَلاَ طَاعَةَ

Artinya:

Seorang muslim wajib ta’at serta mendengarkan terhadap apa yang dia sukai atau benci, selama tidak diperintahkan untuk maksiat. Jika diperintahkan untuk bermaksiat, maka tidak ada kewajiban mendegarkan dan ta’at kepadanya.

Hadits Riwayat Al-Bukhari Dan Muslim

Telah diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Nabi muhammad pernah bersabda:

Artinya:

Barang siapa yang telah mentaatiku, maka dia telah taat kepada Allah. Dan barang siapa telah menentangku, maka dia telah menentang Allah. Dan barang siapa yang menta’ati pemimpinku, maka dia telah menta’atiku, dan barang siapa yang menentang pemimpinku, maka dia telah menentangku.

Hadist ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim.

Hadits Riwayat Imam Bukhari

Telah menceritakan kepada kami Shadaqah bin Fadl. Telah mengabarkan kepada kami Hajjaj bin Muhammad dari Ibnu Jurajj dari Ya’la kepada kami. Dari Sa’id bin Jubarir dari Ibnu Abbas Tentang firman Allah (Ta’atilah kalian kepada Allah. Rasul dan kepada pemimpin kalian). Maka Ibnu Abbas berkata; Ayat ini turun karna sebab Abdullah bin Hudzafah bin Qais ketika beliau diutus oleh Nabi Muhammad ke sebuah peperangan.

Tafsir Surat An-Nisa Ayat 59

Tafsir Surat An-Nisa Ayat 59
sumber: islami.co

Setelah kita mengetahui isi kandungan ayat ini. Kali ini kami akan menjelaskan tentang tafsir serta poin-poin dan intisari yang ada dalam ayat tersebut.

Taat wajib Kepada Allah dan Rasul

Poin pertama yang harus kalian ketahui adalah ketaatan hanyalah  kepada Allah dan Rasulnya sebagaimana dalam potongan ayat tersebut.

يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْۤا اَطِيْـعُوا اللّٰهَ وَاَ طِيْـعُوا الرَّسُوْلَ

Ayat ini menegaskan kepada kita semua agar senantiasa mentaati semua apa yang telah diperintahkan oleh Allah dan Rasulnya. Ketaatan di sini adalah ketaatan yang tidak bisa ditawar (mutlak).

Bagi setiap umat muslim yang taat kepada Nabi Muhammad, maka pada hakikatnya mereka ta’at kepada Allah, mengapa bisa demikian?. Karna semua apa yang diperintahkan oleh Nabi Muhammad tidak satupun yang bertentangan dengan perintah Allah.

Semua perkataan Nabi Muhammad tidak ada yang bertentangan dengan Al-Qur’an, karna semua perkataan beliau datangnya dari wahyu bukan karna nafsu.

Lalu bagaimana cara taat kepada Allah? Ibnu Katsir telah menjelaskan bahwa cara kita mentaati Allah adalah harus mengikuti ajaran Al-Qur’an. Sedangkan taat kepada rasul harus mengikuti sunah-sunah beliau.

Taat Kepada Pemimpin

وَاُ ولِى الْاَ مْرِ مِنْكُمْ

Bagi setiap orang yang beriman diperintahkan juga harus taat kepada pemimpin, selama tidak memerintahkan kepada hal kemaksiatan. Dalam hal ini banyak perbedaan pendapat para ulama diantaranya.

Menurut Ibnu Katsir ولِى الْاَ مْرِ adalah bersifat umum, baik ulama atau pemimpin. Dan menurut Ibnu Abbas, syaikh Hasan Al-Basri, dan Abul Aliya adalah para ulama. Sedangkan menurut Syaikh Wahbah Az-Zuhaili adalah sama seperti pendapat Ibnu kastir.

Ketaatan kepada pemimpin harus didasari ketaan kepada Allah tidak boleh bertentangan denganya sebagaimana dalam hadits.

لاَ طَاعَةَ فِى مَعْصِيَةِ اللَّهِ إِنَّمَا الطَّاعَةُ فِى الْمَعْرُوفِ

Artinya:

Tidaklah ada ketaatan di dalam kemaksiatan kepada Allah, sesungguhnya taat itu hanyalah dalam masalah kebaikan

Kembalikanlah Kepada Al-Qur’an dan Hadits

Kembalikanlah Kepada Al-Qur’an dan Hadits
sumber: youtube.ocm

فَاِ نْ تَنَا زَعْتُمْ فِيْ شَيْءٍ فَرُدُّوْهُ اِلَى اللّٰهِ وَا لرَّسُوْلِ اِنْ كُنْـتُمْ تُؤْمِنُوْنَ بِا للّٰهِ وَا لْيَـوْمِ الْاٰ خِرِ ۗ ذٰلِكَ خَيْرٌ وَّاَحْسَنُ تَأْوِيْلًا

Poin ke-tiga dalam potongan ayat ini adalah kita harus menjadikan Al-Qur’an dan Hadits sebagai sumber hukum Islam. Sehingga apabila terjadi perselisihan, maka harus dikembalikan kepada keduanya.

Menurut Ibnu Katsir menjelaskan tentang tersebut. Bahwa jika  terjadi sebuah perselisihan tentang pokok-pokok agama Islam diantara kalian, maka harus dikembalikan kepada Al-Qur’an dan Hadits. Sebagaimana dalam surat As-Syura ayat 10.

وَمَا اخْتَلَـفْتُمْ فِيْهِ مِنْ شَيْءٍ فَحُكْمُهٗۤ اِلَى اللّٰهِ ۗ ذٰ لِكُمُ اللّٰهُ رَبِّيْ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ ۖ وَاِ لَيْهِ اُنِيْبُ
Artinya:

Dan apapun yang kalian perselisihkan padanya tentang sesuatu keputusan, maka serahkanlah kepada Allah. Itulah Allah tuhanku, kepadanya aku tawakal dan kepadanya pula aku kembali.

Al-Qur’an dan Hadits merupakan dua pustaka yang ditinggalkan oleh Nabi Muhammad, agar bisa menjadi patokan dalam agama Islam. Sebagaimana dalam hadits.

تَرَكْتُ فِيكُمْ أَمْرَيْنِ لَنْ تَضِلُّوا مَا تَمَسَّكْتُمْ بِهِمَا كِتَابَ اللَّهِ وَسُنَّةَ نَبِيِّهِ

Artinya:

Telah aku tinggalkan dua perkara agar kalian tidak tersesat selama berpegang teguh kepada keduanya yaitu Al-Qur’an dan hadist.

Hal tersebut menegaskan bahwa barang siapa yang tidak menyerahkan keputusan hukum kepada Al-Qur’an dan hadits. Maka orang tersebut tidak beriman kepada Allah dan hari kiamat. Sehingga pada akhirnya Al-Qur’an dan hadits menjadi rujukan yang bisa membawa kebaikan dan penyelesaian.

Demikianlah penjelasan singkat tentang asbabun nuzul surat An-Nisa ayat 59, semoga bisa bermanfaat dan menjadi tambahan ilmu untuk kita semua.

Sebagai penutup dari kami, apabila ada kesalahan dalam artikel ini teman-teman bisa kirim komentar di kolom di bawah ini. Jangan lupa untuk berkunjung lagi di artikel selanjutnya, sekian terima kasih.

Jangan lupa bantu share.

Keutamaan surat Al-waqiah

NH_Ariff
4 min read

Pengertian Al-Qur’an

NH_Ariff
7 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *