Asbabun Nuzul Surat An-Nas

7 min read

asbabun nuzul surat an nas

Sahabat setia duniapondok terima telah kembali lagi di situs kami. Alhamdulillah setelah kemarin kita membahas asbabun nuzul Ali-Imran 159. Kali ini kita akan membahas tentang asbabun nuzul surat An-Nas.

Surat ini memang pendek dan sangat mudah dihafal, sudah banyak dari kaum muslim yang hafal surat ini. Bahkan sampai anak kecilpun hafal surat ini.

Surat ini mempunyai arti yang sangat dalam, sedalam cintamu padaku hehe (ngga teman-teman bercanda).

Back to topic, walaupun sudah banyak yang hafal surat ini. Tetapi masih sedikit yang mengetahui asbabun nuzul surat An-Nas, keutamaan, dan kandungan yang ada dalam surat ini. Oleh karna itu mari kita simak bersama-sama artikel ini sampai selesai.

Asbabun Nuzul Surat An-Nas

Asbabun Nuzul Surat An-Nas
sumber: islami.co

Surat An-Nas merupakan surat yang terakhir dalam Al-Qur’an. Yang mana surat ini terdiri dari 6 ayat termasuk surat yang turun di kota Mekah.

Kata الناس (An-Nas) disebut sebanyak lima kali dalam surat ini yang mempunyai arti manusia. Selain itu surat ini sering juga disebut surat Al-Mu’awwidzatain, sama dengan surat Al-Falaq. Yaitu dua surat yang menuntun pembacanya menuju tempat perlindungan.

Menurut pendapat Imam Hasan, Atha’, Jabir, dan ikrimah surat ini turun bersama surat Al-Falaq, hal ini merupakan pendapat mayoritas ulama.

Namun surat ini turun ketika Nabi Muhammad menderita sakit parah. Sebagaimana disebutkan dalam kitab Dalaa’il An-Nubuwwah.

Telah diriwayatkan oleh Imam Al-Baihaqi dari Al-Kalbi dari Abu Shaleh dari Ibnu Abbas ia berkata:

Pada suatu ketika Nabi Muhammad pernah menderita sakit parah, maka dua Malaikat lantas mendatangi Nabi Muhammad. Yang satu duduk di arah kepala sedangkan yang satu lagi berada di arah kaki.

Kemudian salah satu dari Malaikat tersebut bertanya, apa yang terjadi kepada Nabi Muhammad? Maka Malaikat yang di sebelah menjawab, Nabi Muhammad disihir orang, lalu Malaikat tsersebut bertanya lagi siapa yang menyihir Nabi? Dijawab yaitu Labid Ibnul A’sham salah satu orang Yahudi.

Malaikat itu bertanya lagi dimana letak sihir itu? Disebuah sumur milik si fulan di bawah batu. Maka pada pagi hari Nabi mengutus Ammar bin Yasir serta beberapa para sahabat lainnya untuk pergi ke sumur itu.

Setelah sampai di sumur itu, mereka melihat airnya berwarna merah, kecoklatan seperti air pacar. Ketika sahabat menimba airnya serta mengangkat batunya, kemudian mengeluarkan sebuah kotak kecil dan dibakarnya.

Ternyata di dalamnya terdapat seulas tali yang mempunyai sebelas simpul. Maka dari hal itu, Allah menurunkan kedua surat ini, di setiap Nabi Muhammad membaca ayat itu, maka terurailah satu simpul.

Arti Surat An-Nas

قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ النَّا سِ ۙ

Qul ‘auudzu birabbin naas

مَلِكِ النَّا سِ ۙ

Malikin naas

اِلٰهِ النَّا سِ

Ilaahin naas

مِنْ شَرِّ الْوَسْوَا سِ ۙ الْخَـنَّا سِ ۖ

Min syarril waswaasil khannas

الَّذِيْ يُوَسْوِسُ فِيْ صُدُوْرِ النَّا سِ ۙ

Alladzii yuwaswisu fii shuduurin naas

مِنَ الْجِنَّةِ وَا لنَّا سِ

Minal jinnati wan naas

Surat An-nas Latin

  • Katakanlah (Muhammad) Aku berlindung kepada Tuhannya manusia.
  • Rajanya manusia.
  • Tuhannya manusia.
  • Dari kejahatan bisikan setan yang tersembunyi.
  • Yang membisikan kejahatan kedalam dada manusia.
  • Dari golongan jin dan manusia.

Surat An-nas Mp3

Kandungan Surat An-Nas

Dalam tafsir Al-Munir telah dijelaskan mengenai isi kandungan yang terdapat dalam surat An-Nas, diantaranya sebagai berikut.

  1. Dalam surat ini sifat Allah disebut sebanyak tiga kali yaitu, Malik, Ilah, dan Rabbi. Tidak ada lain hanya untuk meminta perlindungan dari sifat waw-was. Oleh karna itu begitu pentingnya keselamatan dalam agama, sehingga jauh lebih penting dari pada keselamatan raga dan jiwa.
  2. Dalam tiga ayat pertama surat ini menunjukan tiga sifat Allah yaitu rububiyah, mulkiyah, dan uluhiyah. Namun sifat rububiyah didahulukan karna mengandung magna pemeliharaan dan penjagaan. Kemudian setelah itu sifat mulkiyah yang menunjukan bahwa pertolongan hanya darinya. Kemudian yang terakhir Allah menyebutkan sifat uluhiyah yang menjelaskan bahwa hanya Allah yang wajib disembah.
  3. Surat An-Nas ini mengandung permintaan perlindungan kepada Allah. Agar kita selalu dijauhkan dari kejahatan Iblis beserta para pasukannya. Yang bisa melalaikan manusia dengan cara menebarkan waswas pada diri mereka.
  4. Tiga sifat yang disebut dalam surat ini menunjukan bahwa hanya Allah yang merajai serta menguasai manusia. Sehingga hanya kepada Allah kita menyembahnya.
  5. Surat An-Nas menegaskan bahwa sifat waswas terkadang datang dari jin dan manusia. Sehingga surat ini menjelaskan bahwa setan itu bisa dari golongan manusia, bisa juga dari golongan jin.

Tasir Surat An-Nas

Tasir Surat An-Nas
sumber: initu.id

Ayat 1 Surat An-Nas

Kata قُلْ memiliki arti katakanlah, lafad ini membuktikan bahwa Nabi Muhammad menyampaikan segala sesuatu. Semuanya berasal dari Al-Qur’an yang sudah diwahyukan oleh Allah melalui Malaikat Jibril.

Namun kata قُلْ dalam tafsir Al-Azhar menjelskan bahwa kata قُلْ memiliki arti katakanlah utusanku serta ajarkanlah kepada mereka juga.

Kata اَعُوْذُ diambil dari fi’il madi غاد yang artinya berlindung. Sehingga lafad ini menunjukan kepada sesuatu yang diatkuti agar kita selalu menghindarinya.

Lalu kata رب memiliki arti kepemeliharaan dan kepemilihan serta bisa melahirkan pembelaan serta kasih sayang.

Kata رب dalam tafsir fi zhilalil Qur’an mengandung arti  tuhan yang memelihara, mengarahkan, melindungi, dan menjaga.

Sedangkan kata النَّا سِ yang memiliki arti (semua manusia) kata ini diambil dari kata أناس yang artinya tampak. Kata النَّا سِ dalam Al-Qur’an disebutkan sebanyak 241 kali. Terkadang kata ini digunakan untuk sekolompok golongan tertentu dari manusia sebagaimana dalam surat Ali Imran ayat 173:

اَلَّذِيْنَ قَا لَ لَهُمُ النَّا سُ اِنَّ النَّا سَ قَدْ جَمَعُوْا لَـكُمْ فَا خْشَوْهُمْ فَزَا دَهُمْ اِيْمَا نًا ۖ وَّقَا لُوْا حَسْبُنَا اللّٰهُ وَنِعْمَ الْوَكِيْلُ

Artinya:

Orang-orang yang mentaati Allah dan Rasul yang ketika ada orang-orang yang mengatakan kepadanya. Bahwa orang-orang Quraisy telah mengimpulkan pasukannya untuk menyerang kamu.

Oleh karna itu takutlah kepada mereka, namun perkataan itu menambah kuat iman mereka serta mereka menjawab. Cukuplah Allah yang bisa menjadi penolong bagi kami dan Dia adalah sebaik-bainya penolong.

Ayat 2 Surat An-Nas

Kata مَلِكِ memili arti raja, kata ini hanya  boleh digunakan untuk Allah yang telah menciptakan manusia.

Menurut pendapat Imam Asy-Sayyid Qutub dalam kitab Fi Zhilalil Qur’an. Kata ini memiliki arti tuhan (Allah) yang berkuasa, yang bisa mengambil tindakan serta bisa menentukan keputusan.

Namun menurut pendapat Buya Hamka kara مَلِكِ memiliki arti raja atau penguasa. Tapi apabila mimnya dipanjangkan menjadi مالك maka artinya berbeda menjadi melikiki.

Kemudian Buya Hamka menjelaskan hal tersebut. Walaupun mimnya dibaca panjang atau tidak, pada kedua bacaan tersebut mengandung dua pengertian:

  1. Allah memag Maha Kuasa yang bisa mentadbirkan dan mentakdirkan semua manusia menurut ketentuan yang sudah ditentukan oleh Allah سنة الله.
  2. Allah memang penguasa dan raja yang mutlak disembah oleh manusia.

Ayat 3 Surat An-Nas

Kat اِلٰهِ   diambil dari kata يأله yang artinya menuju serta memohon. Allah disebut اِلٰهِ  karna seluruh makhluk hanya memohon kepadanya dalam memenuhi kebutuhan mereka.

Namun menurut pendapat yang lain kata اِلٰهِ memiliki arti mengabdi atau menyembah sehingga hanya kepada Allah tertuju segala pengabdian.

Al-Imam Sayyid Qutb berkomentar dalam hal ini. Bahwa اِلٰهِ  adalah sifat Allah Maha tinggi yang bisa melindungi dari kejahatan yang masuk ke dalam dada.

Oleh karna itu, bagi setiap makhluk yang memohon kepada Allah melalui sifat-sifat tersebut. Insya Allah akan dihindari dari godaan yang tersembunyi. Yaitu setan yang selalu mendampingi manusia, sebagaimana dalam hadits.

Artinya:

Tidak ada seorangpun dari manusia melainkan telah ditugaskan terhadapnya Qarin (teman yang mendampinginya). Maka para sahabat bertanya, termasuk Engkau yang Nabi Muhammad? Nabi menjawab. Ya termasuk saya, tapi Allah telah membantuku dalam menghadapinya akhirnya ia masuk Islam, dia tidak menyuruh kecuali dalam kebaikan.

Oleh karna itu, berkat kasih sayang Allah kepada hambanya, Allah mengajari tentang tata cara berlindung dari setan, jin, dan manusia.

Dengan sifat-saifat Allah yang tiga (rububiyah, mulkiyah, dan uluhiyah) Allah akan menjaga hambanya yang memohon perlindungan dari kejahatan setan-setan yang terkutuk.

Ayat 4 Surat An-Nas

Kata شَرِّ lawan dari خير yang artinya buruk atau jahat. Menurut Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyah شَرِّ mencakup dua hal, satu sakit pedih seperti kebakaran, penyakit, dan sebagainya.

Sedangkan yang kedua yaitu sesuatu yang mengantarkan kepada sakit pedih seperti maksiat, kekufuran, dan sebagainya.

Adapun kata الْوَسْوَا سِ  artinya suara yang sangat halus. Sebagian ulama memahami kata ini dalam arti setan. Karna kebanyakan setan sering memberikan bisikan, rayuan, dan jebakan ke dalam hati manusia.

Kemudian berkembang magna ini menjadi bisikan-bisikan, yang mana bisikan itu biasanya bisikan yang negatif.

Lalu yang terakhir kata الْخَـنَّا سِ yang diambil dari kata خنس yang artinya bersembunyi dan mundur. Dengan itu sering kali setan menggoda manusia pada saat mereka lupa dan legah kepada Allah. Namun sering kali juga setan bersembunyi dan mundur saat manusia berdzikir serta ingat kepada Allah.

Oleh karna itu, kita sebagai manusia apabila kita selalu ingat kepada Allah, maka setan bersembunyi dan mundur. Namun apabila kita lupa kepada Allah setan akan bercocol serta menggodanya.

Ayat 5 Surat An-Nas

Kata صُدُوْرِ artinya dada, yang dimaksud di sini adalah tempat hati manusia. Maka menurut Syaikh Wahbab dada di sini adalah yang selalu menebarkan pikiran-pikiran jahat dan buruk dalam hati.

Dalam ayat ini disebutkan kata صُدُوْرِ karna dada adalah tempat hati, yang mana pikiran-pikiran itu datangnya dari hati.

Ayat 6 Surat An-Nas

Kata مِنَ dalam ayat ini memiliki arti sebagian. Karna tidak semuanya manusia dan jin yang melakukan bisikan-bisikan negatif, hanya sebagian saja. Sebagaimana dalam surat Al-Jin ayat 11.

وَّاَنَّا مِنَّا الصّٰلِحُوْنَ وَمِنَّا دُوْنَ ذٰلِكَ ۗ كُنَّا طَرَآئِقَ قِدَدًا ۙ

Artinya:

Sesungguhnya diantara kami (jin) ada yang saleh ada pula yang kebalikannya, Kami menempuh jalan yang berbeda-beda

Lalu kata الْجِنَّةِ jama’ dari lafat jinny yang diambil dari bahasa arab yaitu (janana) جنن yang artinya tertutup. Sehingga anak yang masih dalam kandungan dinamakan janin, karna ia tidak terlihat.

Semua makhluk yang menggoda serta mengajak manusia kepada kemaksiatan, maka disebut setan, baik berupa jin atau manusia. Mereka selalu menggoda manusia dengan cara apapun sebagaimana dalam surat Al-An’am ayat 112.

Artinya:

Kesimpulan Yang Bisa Diambil

kesimpulan surat an-nas
sumber: doc.pribadi

Salah satu cara agar kita bisa menangkal bisikan-bisikan setan, baik dari golongan manusia atau jin. Maka membaca surat An-Nas salah satu bagian dari upaya perlindungan diri dari semua bisikan setan, lebih khususnya dibaca sebelum tidur.

Demikianlah penjelasan tentang asbabun nuzul surat An-nas semoga bisa bermanfaat serta menjadi tambahan ilmu kepada teman-teman semua.

Apabila ada kesalahan dalam artikel ini, teman-teman bisa kirim komentar di kolom di bawah ini, sekian terima kasih. Semoga tetap setia di situs duniapondok, salam sukses berjamaah.

Jangan lupa bantu share.

Ayat Tentang Bersyukur   

NH_Ariff
15 min read

Keutamaan surat Al-waqiah

NH_Ariff
5 min read

Pengertian Al-Qur’an

NH_Ariff
13 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *