√ Asbabun Nuzul Surat Al Ikhlas, Arabic, Arti, Serta Kandungannya

3 min read

asbabun nuzul surat al-kautsar

Asbabun Nuzul Surat Al-Ikhlas – Surat Al-Iklas merupakan salah satu surat dalam Al-Qur’an yang ke-112. Surat ini terdiri dari empat ayat, tergolong dari surat makkiyah, karna surat Al-Ikhlas diturun di kota Mekkah

Pada saat itu, orang-orang kafir Quraisy mempertanyakan esensi tuhan yang disembah Nabi Muhammad. Maka turunnya surat Al-Ikhlas menegaskna akan ke-esaan Allah, bahwa tidak ada tuhan selain Allah.

Sebelum kita membaca lebih lanjut artikel ini, alangkah baiknya baca dulu ayat tentang sabar barangkali bisa menjadi tambahan ilmu hehe.

Untuk itu, kali ini akan mengupas tuntas tentang asbabun nuzul surat Al-Ikhlas, mari kita simak bersama-sama sampai selesai.

Daftar Isi

Apa Asbabun Nuzul Surat Al-Ikhlas

asbabun nuzul surat Al-ikhlas
sumber: wahdah.or.id

Apakah teman-teman sudah mengetahui mengapa dinamakan surat Al-Ikhlas padahal di dalamnya tidak ada kata Ikhlas?. Karna surat yang terdiri dari empat ayat ini menjelaskan tentang tauhid kepada Allah.

Selain itu, surat Al-Ikhlas memiliki beberapa nama diantara; Surat Al-Asas, Al-Ma’rifat, Al-Tafrid, At-Tauhid, dan At-Tajrid.

Untuk lebih jelasnya lagi mengenai tentang asbabun nuzul surat Al-Iklas, akan saya jelaskan di bawah ini.

Asbabun Nuzul Surat Al-Ikhlas

asbabun nuzul surat al-iklas
sumber: kompasiana.com

Dengan pertolongan Allah Nabi Muhammad berhasil lolos dari kepungan orang kafir, sehingga berhasil keluar dari kota Mekkah.

Sudah lama orang kafir telah merencanakan akan membunuh Nabi Muhammad sebelum berangkat ke kota Madinah

Asbabun nuzul surat Al-Ikhlas berawal ketika Nabi Muhammad hendak hijrah ke Kota Madinah. Setelah mengetahui bahwa Nabi berhasil keluar dari kota Mekkah, maka mereka menyusun kembali rencana ulang untuk menangkapnya.

Orang kafir mengadakan sayembara setelah mengadakan pertemuan di Darun Nadwah. Barang siapa yang bisa membawa Muhammad hidup atau mati. Maka akan mendapatkan imbalan seratus kuda arab, seratus budak wanita Romawi, dan sebesar seratus unta.

Diantara orang yang ikut kompetisi ada yang bernama Suroqoh, ketika orang kafir berlomba-lomba dalam kompetisi tersebut.

Pada saat suroqoh melihat Nabi setelah berhasil mengejar Nabi Muhammad di tengah perjalanan menuju Madinah. Secara spontan kuda yang dinaiki suroqoh jatuh dan terjelembab ketika menghunuskan pedangnya ke arah Nabi.

Maka dia berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya itu, setelah memanggil dan meminta tolong kepada Nabi Muhammad.

Setelah berkali-kali suroqoh menghunuskan pedangnya, maka dia berkata” Wahai Muhammad beritahukah kepadaku tentang tuhanmu. Bagaimana dia mempunya kekuatan seperti ini, apakah tuhanmu terbuat dari perak dan emas?

Nabi Muhammad menundukkan kepalanya. Maka turunlah surat Al-Ikhlas sebagai jawaban apa yang ditanyakan suroqoh. Setelah malaikat jibril membawa wahyu dari Allah.

Surat Al-Ikhlas Arabic

surat al-ikhlas arabic
sumber: bincangsyariah.com

قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌ ۚ

اَللّٰهُ الصَّمَدُ ۚ

لَمْ يَلِدْ ۙ وَلَمْ يُوْلَدْ ۙ

وَلَمْ يَكُنْ لَّهٗ كُفُوًا اَحَدٌ

Arti Surat Al-Ikhlas

Arti surat Al-Ikhlas ayat 1 – 4

Qul huwallahu ahad.

Artinya:

Katakanlah wahai Muhammad Dialah Allah yang maha Esa.

Allahus-shamad.

Artinya:

Allah adalah tempat meminta segala sesuatu.

Lam yalid wa lam yuulad.

Artinya:

Allah tidak punya anak, dan tidak pula diperanakkan.

walam takul lahuu kufuwan ahad.

Artinya:

Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan Allah.

Kandungan Surat Al-Ikhlas

kandungan al-ikhlas
sumber: youtube.com

Kandungan yang bisa kita ambil dalam ayat pertama surat Al-Ikhlas bahwa tidak ada tuhan selain Allah. Dialah tuhan yang sempurna seluruh perbuatan dan sifatnya.

Setelah kita memahami ayat ini, maka marilah beramal dengan yaqin bahwa Allah adalah satu-satunya tuhan yang wajib disembah.

Pada ayat kedua bisa kita fahami bahwa Allah adalah tempat berlindung dan tempatnya meminta. Jadi, apabila kita butuh apa-apa, maka mintalah kepada Allah karna Allah tidak pernah menghianati hambanya. Sebagaimana dalam surat Al-Baqarah ayat 186.

وَاِ ذَا سَاَ لَـكَ عِبَا دِيْ عَنِّيْ فَاِ نِّيْ قَرِيْبٌ ۗ اُجِيْبُ دَعْوَةَ الدَّا عِ اِذَا دَعَا نِ فَلْيَسْتَجِيْبُوْا لِيْ وَلْيُؤْمِنُوْا بِيْ لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُوْنَ

Artinya:

Apabila hamba-hambaku bertanya kepadamu Wahai Muhammad tentang saya, maka sesungguhnya saya dekat. Saya kabulkan permohonan orang yang berdoa kepadaku, tapi hendaklah mereka itu memenuhi perintahku, dan beriman kepadaku. Agar mereka mendapatkan kebenaran.

Kandungan ayat ketiga bahwa tidaklah sesuatu yang mati melainkan diwarisi orang lain, dan tidaklah sesuatu yang dilahirkan melainkan akan mati. Dengan tidak pantas bagi Allah memiliki anak, dan tidak pantas pula diperanakan.

Kandungan yang bisa kita ambil dari ayat terahir, bahwa tidak ada sesuatu apapun yang sebanding dengan Allah. Baik dari sifat, perbuatan, dan sebagainya.

  • Kewajiban beribadah hanyalah kepada ALlah, karna hanya Allah yang memiliki hak untuk disembah.
  • Mengenal Allah dengan sifat-sifatnya.
  • Pendustaan terhadap orang yang menganggap Allah memilii anak.
  • Penetapan sifat keesaan bagi Allah.
  • Penetapan tauhid kepada Allah.

Itulah sedikit penjelasan kandungan yang terdapat di dalam surat Al-Ikhlas.

Tafsir Surat Al-Ikhlas

tafsir al-ikhlas
sumber: youtube.com

Lafat قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌ ۚ tidak boleh dikatakan secara langsung kepada seseorang kecuali kepada Allah. Karna dialah yang maha sempurna dalam segala sifat dan perintahnya.

اَللّٰهُ الصَّمَدُ ۚ Sahabat Ali bin Abu Talhah menjelaskan bahwa makna yang dimaksud dari ayat tersebut adalah ialah Allah tuhan yang maha sempurna.

Tiada yang setara dengannya dan tiada yang dapat menyamainya, maha suci Allah yang sempurna penciptaannya.

لَمْ يَلِدْ ۙ وَلَمْ يُوْلَدْ ۙ Dalam hadist terdahulu telah dijelaskan melalui Ibnu jarir bahwa segala sesuatu yang bergantung kepadanya. Hanyalah suatu yang tiada berongga.

وَلَمْ يَكُنْ لَّهٗ كُفُوًا اَحَدٌ Mujahid menjelaskan sehubungan dengan makna dalam ayat ini, bahwa tiada istri bagi Allah. Sebagaimana dalam Al-Qur’an surat Al-An’am ayat 101.

بَدِيْعُ السَّمٰوٰتِ وَا لْاَ رْضِ ۗ اَنّٰى يَكُوْنُ لَهٗ وَلَدٌ وَّلَمْ تَكُنْ لَّهٗ صَا حِبَةٌ ۗ وَخَلَقَ كُلَّ شَيْءٍ ۚ وَهُوَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ

Badii’us samaawaati wal-ardh, anna yakuunu lahuu waladuw wa lam taqul lahuu shoohibah. Wa khalaqa kulla syai’i wa huwa bikulli syai’in aliim.
Artinya:

Dialah Allah yang telah menciptakan lagit dan bumi, lalu bagaimana munkin dia memiliki anak padahal dia tidak memiliki istri. Dialaha telah menciptakan segala sesuatu dan Dia mengetahui segala sesuatu.

Kesimpulan yang Bisa Diambil

Surat Al-Ikhlas ini berisi tentang syariat Islam dan rukun-rukun aqidah yang sangat penting, serta mentauhidkan Allah yang maha Esa. Orang-orang kafir yang telah menyekutukan Allah, maka Allah jelaskan lewat surat Al-Ikhlas.

Demikianlah penjelasan tentang surat Al-Ikhlas yang harus kita imani dalam empat ayat tersebut. Apabila ada kekurangan dan kesalahan dalam artikel ini, teman-teman bisa kirim komentar di bawah ini.

Jangan lupa bantu share.

Arti Jazakallah

NH_Ariff
5 min read

Arti Biidznillah

NH_Ariff
3 min read

Tulisan Arab Innalillahi

NH_Ariff
4 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *