Asbabun Nuzul Ali Imran 159

6 min read

asbabun nuzul surat al imran ayat 159

Asbabun Nuzul Ali-Imran 159 – Sahabat duniapondok salam sejah terah kami ucapkan kepada semua teman-teman. Terima kasih telah kembali lagi disitus kami, semoga kalian senantiasa dalam lindungan Allah yang maha Esa.

Alhamdulillah setelah kemarin kita membahas asbabun nuzul surat Al-Fatihah. kali ini kita akan membahas tentang asbabun nuzul surat Ali-Imran 159. Soo mari kita simak bersama-sama.

Surat Ali-Imran termasuk surat Madaniyah turun  setelah surat Al-Anfal. Dinamakan surat Ali-Imran karna di dalamnya menceritakan keluarga Imran, Hannah, dan Siti Maryam.

Karna surat ini bersamaan dengan surat Al-Baqarah. Maka surat ini disebut dengan Az-zahraawan, yaitu akan memberikan petunjuk bagi pembacanya kepada jalan kebenaran.

Asbabun Nuzul Surat Ali-Imran 159

Asbabun Nuzul Surat Ali-Imran 159
sumber: youtube.ocm

Ayat ini menjadi dasar dalam mengaruhi kehidupan berbangsa dan beragama. Norma yang terkandung dalam ayat ini sanagt relavan dengan kehidupan masyarakat Indonesia. Sehingga ayat ini mengajarkan kepada kita terhadap nilai-nilai demokrasi.

Menurut Imam Abu Bakar diambil dari kisah Nabi Muhammad di saat perang badar. Bahwa pada waktu itu, Nabi mengajak Abu Bakar dan Sayyidina Umar bin Khattab untuk bermusyawarah terkait tawanan perang badar.

Abu Bakar memberikan usulan kepada Nabi Muhammad. Agar para tawanan dikembalikan lagi kepada keluarganya dengan syarat membayar tebusan. Sedangkan usulan Sayyidina Umar agar para tawanan harus dihukum dan yang mengeksekusi keluarganya sendiri.

Menanggapi usulan dua sahabat, Nabi Muhammad mengalami kesulitan dalam pendapat mana yang mau digunakan. Maka sebab itu turunlah ayat Ali-Imran ayat 159, sehingga Nabi Muhammad mengambil pendapat Abu Bakar shidiq.

Islam sudah menerapkan prinsip musyawarah dalam sistem pemerintahan

Bunyi Ayat Ali-Imran 159 Arab

فَبِمَا رَحْمَةٍ مِّنَ اللّٰهِ لِنْتَ لَهُمْ ۚ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيْظَ الْقَلْبِ لَا نْفَضُّوْا مِنْ حَوْلِكَ ۖ فَا عْفُ عَنْهُمْ وَا سْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِى الْاَ مْرِ ۚ فَاِ ذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللّٰهِ ۗ اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِيْنَ

Bunyi ayat Ali-Imran 159 Latin

Fabimaa rahmatim minallahi linta lahum. Walau kunta fazhzhon gholiidzol qolbi lanfadhdu min haulika fa’fu ‘anhum wastagfir lahum wa syaawir hum fil amr. Fa izda azamta fa tawakkal ‘alallah, innallaha yuhibbul mutawakkilin.

Arti Surat Ali-Imran Ayat 159

Maka berkat rahmat dari Allah engkau (Muhammad) harus berlaku lemah lembut kepada mereka, sekiranya kamu bersikap keras dan berhati kasar. Sehingga mereka menjauhkan diri dari sekitarmu.

Karna itu, maafkanlah mereka serta mohonkanlah ampun untuk mereka, kemudian bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Maka apabila Engkau telah membulatkan tekat, bertawakallah kepada Allah. sungguh Allah mencintai orang-orang yang bertawakal.

Isi Kandungan Surat Al-Imran Ayat 159

Isi Kandungan Surat Al-Imran Ayat 159
sumber: arrahmah.co.id

Dalam Tafsir Al Azhar karangan Buya Hamka, tafsir Al Munir karangan Wahbah Az Zuahaili, Dan tafsir Al-Qur’ani. Telah menjelaskan tentang isi kandungan yang ada di dalam  ayat 159 surat Al-Imran, diantaranya sebagai berikut.

  • Allah sudah menganjurkan kepada hambanya agar senantiasa memaafkan serta mengutamakan musyawarah dalam mengambil suatu keputusan. Sehingga musyawarah menjadi prinsip dalam mengambil suatu keputusan.
  • Ayat ini juga menjelaskan tentang akhlak Nabi Muhammad yang sangat agung. Diantaranya suka musyawarah, pemaaf, lemah lembut, dan sebagainya. Setelah bermusyawarah Nabi Muhammad menghasilkan keputusan, sehingga dilaksanakan dengan dasar tawakal kepada Allah.
  • Bagi setiap orang yang bertawakal akan senantiasa di sayangi oleh Allah.
  • Bagi setiap orang yang ingin mempunyai hati yang lemah lembut, maka seharusnya minta sama Allah agar selalu mendapatkan rahmatnya.
  • Bagi setiap orang yang mempunyai hati yang kasar, maka manusia akan selalu menjauh darinya.

Tafsir Surat Ali-Imran Ayat 159

Tafsir Surat Ali-Imran Ayat 159
sumber: dictio.id

Bersikap Lemah Lembut

فَبِمَا رَحْمَةٍ مِّنَ اللّٰهِ لِنْتَ لَهُمْ

Dalam potongan ayat tersebut menunjukan lemah lembut hati Nabi Muhammad terhadap para sahabat, tiada lain semuanya datang dari Allah.

Rahmat yang dimaksud dalam ayat tersebut adalah rahmat untk Nabi Muhammad dan para mereka yang beriman.

لِنْتَ لَهُمْ   Sedangkan lemah lembut yang dimaksud dalam ayat ini adalah kelembutan hati Nabi Muhammad terhadap para sabahat. Tidak lain karna adanya rahmat Alah yang agung. Sehingga dari lemah lembut bisa menyatu hati para sahabat.

Lafat ما yang terdapat dalam ayat ini merupakan silah, biasanya orang-orang arab menghubungkan lafat tersebut dengan isim makrifat. Sebagaimana yang terdapat di ayat di atas.

Al-Imam Hasan Basri mengatakan begitu mulianya akhlak Nabi Muhammad terhadap para sahabat. Sebagaimana dalam ayat At-Taubah ayat 128:

لَـقَدْ جَآءَكُمْ رَسُوْلٌ مِّنْ اَنْفُسِكُمْ عَزِيْزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيْصٌ عَلَيْكُمْ بِا لْمُؤْمِنِيْنَ رَءُوْفٌ رَّحِيْمٌ

Artinya:

Sungguh telah datang kepada kalian seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaan yang kalian alami. Dia sangatlah menginginkan keimanan dan keselamatan bagimu, penyantun dan penyayang terhadap orang-orang yang beriman.

Kemudian Allah melanjutkan ayat tersebut.

وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيْظَ الْقَلْبِ لَا نْفَضُّوْا مِنْ حَوْلِكَ

Dalam potongan ayat ini terdapat lafat غَلِيْظَ الْقَلْبِ yang artinya berhati kasar. Namun maksud dari ayat ini adalah Allah ingin menghimpun mereka di sekeliling Nabi Muhammad. Sehingga hati Nabi bisa menjadi lemah lembut terhadap mereka. Sebagaimana dalam hadits.

أن الله أمرني بمداراة الناس كما أمرني باقامة الفراىٍض

Artinya:

Sesungguhnya Allah telah memerintahkan kepadaku, agar selalu bersikap lembut terhadap manusia. Sebagaimana Dia (Allah) memerintahkanku untuk mengerjakan hal-hal yang fardhu

Selalu Memaafkan

Dalam ayat selanjutnya di sebutkan.

فَا عْفُ عَنْهُمْ وَا سْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِى الْاَ مْرِ

Dengan sebab itu Nabi Muhammad selalu bermusyawarah dengan para sahabat di saat menghadapi suatu masalah. Salah satunya ketika beliau menghadapi perang badar.

Sehingga para sahabat berkata kepada Nabi Muhammad; wahai Nabi andaikan Engkau membawa kami ke lautan, niscaya kami akan tempuh lautan itu bersamamu.

Kemudian jika Engkau membawa kami berjalan ke ujung dunia, maka niscaya kami siap berjalan bersamamu.

Lalu jika kami tidak mengatakan kepadamu seperti apa yang telah dikatakan oleh kaum Nabi Musa kepadanya dengan perkataan. “Pergilah Engkau bersama tuhanmu serta berperanglah Engkau berdua, dan kami hanya duduk di sini.

Maka kami katakan demi Allah pergilah, sehingga kami bersamamu, disebalah kananmu, disebelah kirimu, dan dihadapanmu kami siap bertempur bersamamu.

oleh karna itu, Nabi Muhammad selalu bermusyawarah bersama para sahabat, di saat beliau ingin menentukan posisi beliau saat itu.

Yaqin Terhadap Janji Allah

Kemudian Allah melanjutkan ayat ini.

ۗ اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِيْن  فَاِ ذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللّٰهِ

Ayat tersebut menjelaskan bahwa ketika Nabi Muhammad sedang bermusyawarah bersama para sahabat tentang urusan itu. Sehingga Nabi Muhammad yakin terhadap janji Allah serta membulatkan tekatnya, sebagaimana dalam Ali-Imran ayat 126.

وَمَا جَعَلَهُ اللّٰهُ اِلَّا بُشْرٰى لَـكُمْ وَلِتَطْمَئِنَّ قُلُوْبُكُمْ بِهٖ ۗ وَمَا النَّصْرُ اِلَّا مِنْ عِنْدِ اللّٰهِ الْعَزِيْزِ الْحَكِيْمِ ۙ

Artinya:

Allah tidak menjadikan pemberian bala bantuan itu, melainkan sebagai kabar gembira untuk kemenanganmu. Dan agar hatimu menjadi tenang dengannya, dan tidak ada kemenangan, kecuali kemenangan dari Allah yang Maha perkasa dan bijaksana.

“Dan Allah tidak menjadikannya (pemberian bala bantuan itu) melainkan sebagai kabar gembira bagi (kemenangan)mu, dan agar hatimu tenang karenanya. Dan tidak ada kemenangan itu, selain dari Allah Yang Maha Perkasa, Maha Bijaksana.

Alhamdulillah pembahasan hari ini sudah selesai, semoga bisa bermanfaat dan menjadi tambahan ilmu untuk teman-teman semua. Mohon maaf apabila kesalahan dalam artikel ini, sekian terima kasih.

Jangan lupa bantu share.

Ayat Tentang Bersyukur   

NH_Ariff
15 min read

Keutamaan surat Al-waqiah

NH_Ariff
5 min read

Pengertian Al-Qur’an

NH_Ariff
13 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *